Ledakan Misterius di Prambanan Ternyata Prewedding, Warga Sempat Panik
Baca dalam 60 detik
- Suara dentuman keras dan kembang api di sekitar Candi Prambanan, Klaten, pada Rabu malam ternyata berasal dari sesi foto prewedding yang telah berizin.
- Warga sempat panik dan berhamburan keluar rumah karena mengira ledakan tersebut bukan kembang api biasa, getaran kaca rumah pun terasa.
- Lokasi peluncuran kembang api sempat diprotes warga karena padat penduduk, akhirnya dipindah ke lahan kosong di utara tanpa menimbulkan kerusakan.

Suara dentuman bertubi-tubi dan semburat merah di langit sekitar Candi Prambanan, Klaten, Jawa Tengah, pada Rabu (24/6) malam bukanlah pertanda bahaya, melainkan pesta kembang api untuk sesi foto prewedding yang telah mengantongi izin. Peristiwa itu sontak menghebohkan warga yang sempat mengira terjadi ledakan besar.
Kapolsek Prambanan AKP Nyoto mengonfirmasi bahwa bunyi keras dan kembang api tersebut merupakan bagian dari pengambilan gambar dan video pranikah. Menurutnya, kegiatan itu sudah sesuai prosedur dan diawasi aparat keamanan. Namun, ia enggan merinci identitas pasangan calon pengantin maupun asal daerah mereka.
Kepala Desa Tlogo, Raksono, menambahkan bahwa lokasi peluncuran kembang api bukan di dalam kawasan Taman Wisata Candi Prambanan, melainkan di area luar. Awalnya, titik peluncuran direncanakan di dekat lapangan futsal timur TWC RT 19, tetapi warga setempat mengeluhkan kepadatan penduduk sehingga dipindahkan ke lahan kosong di utara dekat Mandala Wisata.
Raksono mengaku tak menyangka ledakan kembang api kali ini terdengar begitu besar. "Dikira kecil seperti biasa, ternyata suaranya besar," ujarnya. Warga sekitar pun kaget. Utomo (50), seorang warga, mengaku getaran kaca rumahnya terasa hingga ia keluar rumah. "Dikira bukan kembang api karena kerasnya dentuman. Baru kali ini ledakan kembang api sebesar ini," katanya.
Video suasana mencekam itu pun viral di media sosial, salah satunya diunggah akun Merapi_News. Dalam rekaman, terdengar suara ledakan bersahutan dan langit memerah. Warga yang sempat panik akhirnya lega setelah mengetahui penyebabnya. Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya koordinasi dan komunikasi publik saat menggelar acara yang berpotensi menimbulkan kepanikan, meskipun telah mengantongi izin.
Ke depan, perlu dipertanyakan apakah prosedur perizinan saat ini sudah cukup mengakomodasi antisipasi dampak psikologis dan sosial bagi masyarakat sekitar. Akankah ada evaluasi lebih ketat untuk kegiatan serupa di masa mendatang?



