Krisis Gol RB Leipzig: Empat Kandidat Pengganti Diomande di Musim 2026/27
Baca dalam 60 detik
- Kehilangan trio lini serang yang menyumbang 29 gol dan 19 assist, RB Leipzig memutar otak mencari pengganti di bursa transfer.
- Batalnya transfer Fisnik Asllani karena masalah medis memaksa pelatih baru Martín Demichelis mengandalkan pemain internal.
- Brajan Gruda, Antonio Nusa, Johan Bakayoko, dan Rômulo menjadi kandidat utama untuk mengisi kekosongan lini depan.

RB Leipzig memasuki musim 2026/27 dengan teka-teki besar di lini depan. Kepergian Yan Diomande, cedera Christoph Baumgartner dan Assan Ouédraogo, serta gagalnya transfer Fisnik Asllani membuat pelatih anyar Martín Demichelis harus berpikir keras mencari sumber gol pengganti. Musim lalu, ketiga pemain yang kini absen itu berkontribusi besar: total 29 gol dan 19 assist dari 66 gol Leipzig di Bundesliga. Angka itu menunjukkan betapa vitalnya peran mereka, dan tanpa kehadiran mereka, pertanyaan besar muncul: siapa yang akan menjadi mesin gol baru Die Roten Bullen?
Upaya Leipzig untuk mendatangkan penyerang baru dari Hoffenheim, Fisnik Asllani, yang musim lalu mencetak 10 gol dan 7 assist, kandas di menit-menit akhir. Klub memutuskan mundur karena "masalah medis" yang terungkap dalam pemeriksaan kesehatan. Keputusan ini tentu mengecewakan, tetapi manajemen klub tampaknya sudah memiliki rencana cadangan. Direktur olahraga Marcel Schäfer dan jajarannya kini mengalihkan fokus pada pemain-pemain yang sudah ada di skuad, termasuk beberapa nama yang baru kembali dari masa pinjaman atau yang sebelumnya kurang mendapat menit bermain.
Salah satu nama yang paling menonjol adalah Brajan Gruda. Pemain berusia 22 tahun ini menghabiskan paruh kedua musim lalu sebagai pemain pinjaman di Red Bull Arena dan kini resmi kembali. Selama 13 pertandingan bersama Leipzig, Gruda mencetak tiga gol dan tiga assist, membantu tim finis di posisi ketiga. Schäfer memuji kualitasnya: "Brajan memiliki teknik bagus, kreatif, kecepatan, dan memperkaya serangan kami dengan kemampuannya di sepertiga akhir." Dengan kemampuan dribel agresif dan fleksibilitas posisi, Gruda diharapkan bisa menjadi pembeda di lini depan.
Selain Gruda, Antonio Nusa juga menjadi sorotan. Pemain sayap Norwegia berusia 21 tahun ini mencatatkan empat gol dan tiga assist musim lalu. Kecepatan dan keberaniannya menghadapi bek lawan menjadi senjata andalan. Performanya di Piala Dunia 2026 bersama Norwegia juga impresif, termasuk gol sensasional melawan Pantai Gading. Nusa mengaku turnamen tersebut mengubahnya secara pribadi: "Saya bukan orang yang sama seperti dua bulan lalu. Musim panas ini membantu saya menjadi dewasa." Jika performa itu berlanjut, Leipzig bisa mendapatkan keuntungan besar.
Johan Bakayoko, winger Belgia yang didatangkan dari PSV pada musim panas 2025, juga layak diperhitungkan. Musim lalu ia hanya tampil 20 kali dengan delapan kali starter dan dua gol, tetapi Schäfer yakin dengan potensinya: "Dengan kekuatan, ledakan, kecepatan, dan ancaman golnya, ia akan memperkaya permainan kami di sisi kanan." Situasi personel yang ada sekarang bisa menjadi peluang emas bagi Bakayoko untuk unjuk gigi. Sementara itu, Rômulo, striker Brasil berusia 24 tahun, tampil sebagai kandidat utama penuntas peluang. Dengan sembilan gol dan tiga assist di musim debutnya, ia dianggap memiliki fisik kuat dan naluri gol yang tajam. Schäfer menyebutnya "fleksibel di lini depan, termasuk sebagai number nine klasik." Setelah satu tahun beradaptasi, Rômulo diprediksi akan mengalami musim terobosan.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, situasi ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub-klub Eropa beradaptasi dengan kehilangan pemain kunci. Leipzig, yang dikenal dengan model bisnis membeli pemain muda berbakat lalu menjualnya dengan harga tinggi, kini diuji kemampuannya dalam mengembangkan talenta internal. Jika strategi ini berhasil, Leipzig bisa menjadi contoh bagaimana klub dengan sumber daya terbatas tetap kompetitif di liga top Eropa. Namun, jika gagal, musim ini bisa menjadi ujian berat bagi Demichelis dan manajemen klub.
Pertanyaan besarnya, akankah salah satu dari empat nama tersebut mampu menggantikan produktivitas Diomande dkk.? Atau justru Leipzig akan kembali ke bursa transfer musim dingin untuk mencari solusi? Yang jelas, tekanan besar ada di pundak Demichelis untuk meramu strategi yang tepat. Dengan Bundesliga yang semakin kompetitif, kegagalan mencetak gol bisa berakibat fatal. Kita tunggu saja bagaimana kelanjutan kisah ini.



