All Blacks Kehilangan Proctor Akibat Retak Tulang Bahu, Tur Afrika Selatan Terganggu
Baca dalam 60 detik
- Pemain tengah All Blacks, Billy Proctor, dipastikan absen hingga 12 pekan setelah patah tulang belikat saat melawan Stormers.
- Cedera ini menambah daftar pemain yang pulang lebih awal, setelah hooker George Bell mengalami cedera betis dalam latihan.
- Kepergian Proctor membuka peluang bagi Richie Mo'unga untuk kembali memperkuat skuad Selandia Baru di sisa tur.

Tim nasional rugby Selandia Baru, All Blacks, harus kehilangan salah satu pemain kuncinya di tengah tur Afrika Selatan. Billy Proctor, centre andalan, dipastikan pulang lebih awal setelah hasil pemindaian menunjukkan fraktur pada tulang belikatnya. Cedera itu dialaminya saat All Blacks menaklukkan Stormers 38-21 di Cape Town, Jumat lalu.
Proctor terlihat kesakitan saat meninggalkan lapangan setelah terlibat dalam sebuah clear-out di area ruck. Ia menjadi pemain kedua yang harus menepi lebih dulu dari tur ini, setelah hooker George Bell mengalami cedera betis dalam sesi latihan. Kondisi ini jelas menjadi pukulan tersendiri bagi kedalaman skuad All Blacks yang tengah menjalani agenda padat melawan tim-tim Afrika Selatan.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis Minggu, All Blacks mengonfirmasi bahwa Proctor mengalami patah tulang belikat. Meski tidak memerlukan tindakan operasi, pemulihannya diperkirakan memakan waktu 10 hingga 12 pekan. Artinya, pemain berusia 27 tahun itu dipastikan absen untuk sisa tur dan juga berpotensi melewatkan sebagian besar kompetisi domestik.
Hingga kini, belum ada nama pengganti yang diumumkan secara resmi. Namun, media lokal Selandia Baru berspekulasi bahwa celah ini bisa menjadi pintu masuk bagi Richie Mo'unga, flyhalf yang sebelumnya hengkang ke klub Jepang, untuk kembali dipanggil memperkuat skuad. Kehadiran Mo'unga tentu akan menambah opsi kreatif di lini belakang All Blacks yang tengah bersiap menghadapi laga-laga krusial.
All Blacks masih memiliki tiga pertandingan melawan tim franchise Afrika Selatan, dimulai dengan menghadapi Sharks di Durban pada Selasa. Setelah itu, mereka akan berhadapan dengan juara dunia Springboks dalam empat test match yang dimulai 22 Agustus, dengan laga pamungkas digelar di Baltimore, Amerika Serikat. Ini adalah ujian berat bagi tim asuhan Dave Rennie, yang harus merotasi skuad di tengah badai cedera.
Bagi penggemar rugby di Indonesia, kabar ini mungkin terasa jauh, tetapi menunjukkan betapa tingginya intensitas kompetisi di level internasional. Cedera seperti ini tidak hanya memengaruhi performa tim, tetapi juga membuka peluang bagi pemain lain untuk unjuk gigi. Di tengah meningkatnya popularitas rugby di Asia Tenggara, termasuk Indonesia yang mulai mengembangkan olahraga ini, dinamika skuad All Blacks bisa menjadi pelajaran berharga tentang manajemen pemain dan kedalaman tim.
Pelatih Dave Rennie telah mengumumkan susunan pemain untuk laga melawan Sharks pada hari Minggu. Dengan absennya Proctor, Rennie kemungkinan akan menggeser posisi atau memberikan kesempatan kepada pemain muda. Keputusan ini akan menjadi ujian bagi fleksibilitas taktik All Blacks, terutama saat menghadapi tim sekuat Springboks yang dikenal dengan fisik dan disiplin tinggi.
Pertanyaan besarnya, akankah All Blacks mampu mempertahankan performa tanpa Proctor? Atau justru kehadiran Mo'unga akan memberikan dimensi baru dalam serangan mereka? Tur Afrika Selatan ini bukan sekadar ajang uji coba, melainkan panggung untuk mengukur kesiapan tim menuju turnamen-turnamen besar berikutnya. Semua mata kini tertuju pada bagaimana Rennie meramu strategi di tengah keterbatasan.



