Keely Hodgkinson Siap Buktikan Diri di Birmingham: Balapan 800m Putri Jadi Sorotan Utama
Baca dalam 60 detik
- Hodgkinson menargetkan gelar Eropa ketiga beruntun di kandang sendiri, Birmingham, setelah musim luar ruang yang penuh tantangan.
- Persaingan memanas dengan kehadiran Audrey Werro yang memecahkan rekor, serta Femke Broeders-Bol yang pindah nomor lari.
- Kemenangan di depan publik sendiri disebut Hodgkinson sama berartinya dengan medali emas Olimpiade Paris 2024.

Keely Hodgkinson, peraih emas Olimpiade Paris, siap membuktikan statusnya sebagai ratu 800 meter saat berlaga di Kejuaraan Eropa di Birmingham. Setelah musim luar ruang yang penuh liku, pelari berusia 24 tahun itu menargetkan gelar Eropa ketiga beruntun di hadapan publik sendiri, sebuah misi yang menurutnya sama berartinya dengan kemenangan emas Olimpiade.
Musim 2026 memang menghadirkan kebanggaan sekaligus ujian bagi Hodgkinson. Ia memecahkan rekor dunia 800 meter dalam ruangan yang bertahan lama, merebut gelar juara dunia pertamanya, dan memperbaiki rekor Inggris untuk nomor luar ruang. Namun, di Stockholm Diamond League, ia harus puas menjadi yang kedua di belakang Audrey Werro, pelari Swiss berusia 22 tahun yang mencatat waktu tercepat sejak rekor dunia luar ruang ditetapkan 43 tahun lalu.
Werro bahkan terus meningkatkan performanya, sementara Hodgkinson mengalami cedera otot yang memaksanya mundur dari final 400 meter di Kejuaraan Inggris pada Juni. Ia juga tampil dengan lutut diperban tebal di Eugene setelah jatuh saat latihan, dan harus mengakui keunggulan Lilian Odira. Belum lagi kehadiran Femke Broeders-Bol, juara dunia 400 meter gawang dua kali asal Belanda, yang memutuskan pindah nomor musim ini. Kombinasi ini menjadikan lomba 800 meter putri Jumat malam sebagai pertarungan yang paling dinanti.
Hodgkinson sendiri mengaku berada dalam kondisi yang baik. "Saya merasa berada di tempat yang bagus. Tentu ada masa sulit di Juni dan Juli, tetapi saya bahagia dan bersemangat untuk berlomba. Saya pikir ini akan memunculkan yang terbaik dari diri saya," ujarnya. Ia juga menepis anggapan bahwa kekalahan dari Werro adalah kegagalan. "Itu rekor Inggris dan waktu tercepat saya. Saya bangga akan hal itu," tegasnya.
Setelah mengalahkan Broeders-Bol di London Diamond League bulan lalu, Hodgkinson mempersiapkan diri di Portugal. Ia berharap dukungan penonton kandang di Birmingham menjadi energi tambahan. "Meraih medali emas di tanah Inggris akan sangat istimewa dan sama artinya dengan kemenangan di Paris," kata Hodgkinson. Jika berhasil, ia akan mengoleksi medali ke-12 di kancah internasional hanya dalam enam musim, sekaligus gelar Eropa kelima secara keseluruhan.
Perbandingan waktu memang menunjukkan Werro lebih unggul secara angka, tetapi Hodgkinson memiliki pengalaman juara yang jauh lebih kaya. Werro baru meraih medali internasional senior pertamanya saat menjadi perak dunia dalam ruangan di belakang Hodgkinson pada Maret lalu. Faktor pengalaman ini bisa menjadi pembeda di kejuaraan yang penuh tekanan.
Bagi Indonesia, persaingan sengit di nomer 800 meter putri ini menjadi tontonan menarik, sekaligus pelajaran tentang konsistensi dan ketahanan mental atlet papan atas. Hodgkinson, yang telah membuktikan diri di berbagai ajang, menunjukkan bahwa kegagalan sesaat bukanlah akhir. Ia justru menjadikannya motivasi untuk bangkit.
Menjelang lomba, Hodgkinson mengaku telah berdiskusi dengan pelatihnya, Trevor Painter dan Jenny Meadows, tentang strategi menghadapi lawan. Namun, ia menegaskan akan fokus pada kemampuannya sendiri. "Saya tidak tahu apa yang akan dilakukan orang lain, tetapi saya pikir ini akan menjadi lomba yang menarik dan menyenangkan," pungkasnya.
Pertanyaannya kini: akankah Hodgkinson mampu mengatasi tekanan dan membuktikan bahwa ia tetap yang terbaik di Eropa? Atau justru Werro dan Broeders-Bol yang akan menciptakan kejutan di Birmingham? Semua akan terjawab dalam balapan yang dinantikan pecinta atletik di seluruh dunia.



