Remaja 17 Tahun Kalahkan Charley Hull, Anna Huang Juara PIF London Championship
Baca dalam 60 detik
- Anna Huang, 17 tahun, memenangkan gelar LET keempatnya dengan eagle di hole terakhir, menggeser Charley Hull yang sempat unggul satu pukulan.
- Hull kehilangan peluang gelar ke-10 setelah double bogey di hole 17, sementara Huang menunjukkan ketenangan luar biasa di bawah tekanan.
- Kemenangan ini menegaskan dominasi generasi muda di golf putri Eropa, dengan Huang kini menjadi sorotan utama menjelang musim 2026.

Anna Huang, pegolf remaja asal Kanada, mencatat kemenangan dramatis di PIF London Championship setelah menyalip unggulan tuan rumah Charley Hull di dua hole terakhir. Dengan eagle di hole pamungkas, Huang memastikan gelar keempatnya di Ladies European Tour (LET) pada usia baru 17 tahun, sebuah pencapaian yang mengguncang peta persaingan golf putri Eropa.
Turnamen yang berlangsung di Centurion Club, dekat St Albans, Inggris, Minggu (16/6), menyajikan duel sengit antara dua generasi berbeda. Hull, yang berusia 30 tahun, sempat memimpin satu pukulan memasuki dua hole terakhir. Namun, empat putt di hole 17 par-3 mengubah segalanya. Double bogey yang dideritanya membuka jalan bagi Huang untuk memanfaatkan peluang emas.
Huang, yang memulai putaran final dengan keunggulan tiga pukulan, tampil konsisten sepanjang pekan. Ia memimpin setelah putaran pertama dengan skor 67 (enam di bawah par), lalu menambah 65 pada Sabtu. Namun, performa terbaik justru ditunjukkan Hull pada Jumat, ketika ia mencatat 62 (11 di bawah par), menyamai rekor putaran terendah dalam sejarah LET sekaligus memecahkan rekor lapangan Centurion Club.
Ketegangan mencapai puncak di hole 17. Hull, yang tampil agresif dengan birdie di hole 6, 9, 13, 15, dan 16, justru kehilangan fokus. Empat putt yang berujung double bogey membuatnya kehilangan keunggulan. Huang, yang sebelumnya hanya melakukan par, memanfaatkan situasi dengan eagle di hole terakhir untuk memastikan kemenangan dua pukulan. "Itu mungkin ronde paling mendebarkan dalam hidup saya. Saya masih tidak percaya," ujar Huang kepada situs resmi LET, seperti dikutip BBC.
Huang mengaku berusaha tetap tenang di tengah tekanan. "Saya tahu tiga hole terakhir tidak mudah, jadi saya mencoba fokus pada setiap pukulan. Golf itu penuh kejutan, dan saya hanya bermain di jalur saya sendiri," katanya. Ia juga memuji Hull sebagai pemain fenomenal. "Bermain dengan Charley dalam dua hari terakhir di grup terakhir sangat keren. Penonton bersorak sangat keras, jadi menyenangkan menjadi bagian dari grup terakhir," tambahnya.
Bagi Hull, kekalahan ini tentu menyakitkan. Ia mengincar gelar profesional ke-10 dan kemenangan LET keenam. Namun, performanya sepanjang pekan menunjukkan bahwa ia tetap menjadi kekuatan utama di sirkuit Eropa. Dengan finis 20 di bawah par, Hull unggul tiga pukulan dari Shannon Tan asal Singapura yang menempati posisi ketiga. Patty Tavatanakit dari Thailand berada di posisi keempat dengan 15 di bawah par.
Kemenangan Huang ini menjadi sorotan di tengah kebangkitan golf putri Asia. Sebelumnya, Huang telah memenangkan tiga gelar LET, termasuk La Sella Open di Spanyol pada September 2025. Dengan usia yang baru menginjak 17 tahun, ia diprediksi akan menjadi bintang masa depan. Para pengamat menilai bahwa keberaniannya dalam mengambil risiko di momen krusial adalah modal berharga untuk bersaing di level tertinggi.
Bagi pegolf Indonesia, kemenangan Huang menjadi inspirasi bahwa usia muda bukan halangan untuk berprestasi di panggung internasional. Meski belum ada pegolf Indonesia yang rutin tampil di LET, perkembangan golf putri di Asia Tenggara, termasuk Singapura dan Thailand, menunjukkan bahwa persaingan semakin ketat. Dengan semakin banyaknya turnamen bergengsi di kawasan ini, peluang pegolf Indonesia untuk tampil di LET pun semakin terbuka.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah Huang mampu mempertahankan konsistensi dan bersaing di ajang yang lebih besar, seperti LPGA Tour. Dengan bakat dan mentalitas yang dimilikinya, bukan tidak mungkin ia akan menjadi nama besar berikutnya dalam golf putri dunia. Sementara itu, Hull pasti akan berusaha bangkit dan membuktikan bahwa pengalamannya masih menjadi pembeda.



