Neymar Menangis di Ruang Ganti Usai 981 Hari Absen, Brasil Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Neymar kembali ke timnas Brasil setelah absen 981 hari akibat cedera lutut parah dan masalah betis, tampil sebagai pemain pengganti saat Brasil menekuk Skotlandia 3-0.
- Pemain berusia 34 tahun itu mengaku menangis sendirian di ruang ganti karena lega bisa kembali membela Selecao di Piala Dunia, setelah sempat diragukan masuk skuad.
- Brasil kini bersiap menghadapi runner-up Grup F di babak 16 besar di Houston, dengan Neymar diharapkan semakin pulih dan berkontribusi penuh.

Brasil memastikan diri lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 sebagai juara Grup C setelah menekuk Skotlandia 3-0 di Miami, Rabu (24/6) waktu setempat. Namun, sorotan utama bukan hanya kemenangan tim, melainkan momen emosional yang dialami Neymar Jr. Bintang yang sempat diragukan tampil di turnamen ini akhirnya merumput kembali setelah absen 981 hari dari tim nasional, dan ia tak kuasa menahan air mata di ruang ganti usai pertandingan.
Neymar, yang kini berusia 34 tahun, terakhir kali memperkuat Brasil pada 2023. Kariernya nyaris terhenti akibat cedera lutut parah pada Oktober tahun itu, yang memaksanya menjalani pemulihan panjang. Ia sempat diragukan masuk skuad Piala Dunia 2026, dan cedera betis yang dideritanya sebulan lalu membuatnya absen pada dua laga awal Brasil. Namun, pelatih tetap memberinya kepercayaan untuk tampil sebagai pemain pengganti di babak kedua melawan Skotlandia, dan sambutan meriah dari para suporter mengiringi langkahnya memasuki lapangan.
โSaya pergi ke ruang ganti sendirian, dan saya menitikkan air mata,โ kata Neymar kepada wartawan usai laga. โIni kelegaan luar biasa bisa mengalami semua ini lagi. Momen penuh syukur. Saya berterima kasih kepada Tuhan karena bisa merasakan ini lagi.โ Pernyataan itu menggambarkan betapa berat perjuangan yang ia lalui untuk kembali ke level tertinggi. Cedera lutut yang dideritanya sempat mengancam kelangsungan kariernya, dan proses pemulihan yang panjang membuatnya harus berjuang ekstra keras.
Kembalinya Neymar tak hanya penting bagi Brasil, tetapi juga bagi atmosfer Piala Dunia 2026. Sebagai salah satu pemain paling berpengaruh di generasinya, kehadirannya menambah daya tarik turnamen. Bagi penggemar sepak bola Indonesia, momen ini bisa menjadi pengingat akan pentingnya ketahanan mental dan fisik dalam olahraga profesional. Di tengah hiruk-pikuk Liga Indonesia yang juga sedang bergulir, kisah Neymar memberikan pelajaran tentang dedikasi dan semangat pantang menyerah.
Neymar mengakui bahwa tim yang ia bela sekarang berbeda dengan yang ia tinggalkan. โSaya sudah lama pergi, jadi ini tim yang berbeda, saya melihatnya dengan mata segar,โ ujarnya. โTapi saya sangat bahagia bisa kembali dan bermain di Piala Dunia serta membela tim nasional Brasil setelah bertahun-tahun.โ Dengan status sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Brasil (79 gol), ia tetap menjadi ancaman bagi lawan. Brasil kini bersiap menghadapi runner-up Grup F di babak 16 besar, dan performa Neymar akan menjadi kunci untuk melangkah lebih jauh.
Pertanyaan besar kini mengemuka: akankah Neymar mampu tampil penuh dan membawa Brasil merebut gelar juara dunia untuk pertama kalinya sejak 2002? Ataukah perjalanan tim Samba akan terhenti lebih awal? Babak 16 besar akan menjadi ujian sesungguhnya bagi kebugaran dan mentalitas Neymar, sekaligus panggung bagi generasi baru Brasil yang mulai bersinar.



