Pasca Ditinggal Ducati, Bagnaia Teken Kontrak Jangka Panjang dengan Aprilia
Baca dalam 60 detik
- Dua kali juara dunia MotoGP, Francesco Bagnaia, resmi bergabung dengan Aprilia mulai musim 2027 setelah delapan tahun membela Ducati.
- Kepindahan ini terjadi setelah Ducati memilih Pedro Acosta sebagai pengganti Bagnaia, menyusul performa Bagnaia yang kalah dominan dari Marc Marquez.
- Aprilia menilai perekrutan Bagnaia sebagai kebanggaan olahraga Italia, sejalan dengan prestasi atlet Italia lainnya di kancah global.

Francesco Bagnaia, dua kali juara dunia MotoGP, memastikan masa depannya dengan menandatangani kontrak berdurasi empat tahun bersama tim pabrikan Aprilia, menyusul keputusan Ducati untuk tidak memperpanjang kerja sama dengan pembalap asal Italia tersebut. Langkah ini menjadi salah satu perpindahan paling bergema di paddock MotoGP dalam beberapa musim terakhir.
Aprilia secara resmi mengumumkan perekrutan Bagnaia pada Kamis (25/6), sehari setelah Ducati mengonfirmasi bahwa kursi pabrikan mereka akan diisi oleh Pedro Acosta dari KTM mulai tahun depan. Bagnaia akan bergabung dengan Aprilia pada awal musim 2027, berpasangan dengan Marco Bezzecchi dalam formasi all-Italian di tim yang berbasis di Noale tersebut.
Keputusan Ducati melepas Bagnaia tak lepas dari persaingan ketat di internal tim. Sejak Marc Marquez bergabung dengan tim pabrikan Ducati pada 2025, performa Bagnaia mulai tergerus. Musim lalu, Marquez mendominasi dan merebut gelar juara dunia ketujuhnya, sementara Bagnaia harus puas di posisi kelima dengan selisih 257 poin dari rekan setimnya. Meski demikian, catatan Bagnaia bersama Ducati tetap mentereng: 31 kemenangan, 62 podium, dan 28 pole position sejak debutnya pada 2019.
CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, menyambut antusias kedatangan Bagnaia. Menurutnya, perekrutan ini merupakan bukti keunggulan olahraga Italia yang tengah bersinar di berbagai cabang, seperti Kimi Antonelli di Formula 1, Jannik Sinner di tenis, dan Federica Brignone di Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026. โMemiliki seorang juara dunia adalah tanggung jawab yang kami nantikan,โ ujar Rivola.
Bagi penggemar MotoGP di Indonesia, perpindahan ini menambah daya tarik musim depan. Aprilia, yang kini memiliki dua pembalap Italia, diprediksi akan menjadi ancaman serius bagi dominasi Ducati. Dengan pengalaman dan rekam jejak Bagnaia, Aprilia berpeluang besar untuk bersaing di papan atas klasemen. Sementara itu, Ducati harus membuktikan bahwa keputusan mereka mengganti Bagnaia dengan Acosta adalah langkah yang tepat.
Bagnaia akan menjalani balapan terakhirnya bersama Ducati di Valencia Grand Prix akhir November mendatang. Setelah itu, ia akan mempersiapkan diri untuk babak baru bersama Aprilia. Pertanyaan besarnya: mampukah Bagnaia mengembalikan kejayaannya seperti saat bersama Ducati, atau justru Aprilia yang akan menuai hasil manis dari investasi jangka panjang ini?



