Matias Soule di Persimpangan: Tawaran Rp130 Miliar dari Saudi, tapi Hati Masih di Eropa
Baca dalam 60 detik
- Klub-klub Saudi Pro League siap menggelontorkan €40 juta untuk merekrut Matias Soule dari AS Roma, namun pemain Argentina itu enggan hengkang dari Eropa di usia 23 tahun.
- AS Roma terdesak menjual pemain sebelum akhir bulan demi memenuhi kesepakatan penyelesaian Financial Fair Play dengan UEFA, menjadikan Soule sebagai aset paling likuid.
- Jika Soule jadi dilepas, Roma berencana mengalihkan dana tersebut untuk mendatangkan Mason Greenwood dari Marseille sebagai pengganti.

Pemain sayap AS Roma, Matias Soule, menjadi rebutan tiga klub raksasa Saudi Pro League—Al-Ahli, Al-Ittihad, dan Al-Hilal—yang siap mengeluarkan dana €40 juta atau setara Rp130 miliar. Namun, di balik angka fantastis itu, pemain berusia 23 tahun asal Argentina tersebut dikabarkan masih gamang meninggalkan Eropa di puncak kariernya.
Menurut laporan La Gazzetta dello Sport, ketiga klub Saudi tersebut telah menyatakan kesediaan membayar penuh harga yang diminta Roma. Meski tawaran finansial menggiurkan, Soule disebut belum yakin pindah ke Timur Tengah, mengingat usianya yang masih muda dan potensi berkembang di kompetisi Eropa. Aston Villa dan Borussia Dortmund juga disebut-sebut sebagai destinasi alternatif.
Kebuntuan ini terjadi di tengah tekanan finansial yang melilit I Giallorossi. Roma harus segera menjual pemain sebelum akhir bulan ini untuk memenuhi perjanjian penyelesaian Financial Fair Play (FFP) dengan UEFA. Beberapa nama besar seperti Manu Kone dan Evan Ndicka juga masuk daftar jual, namun Soule dianggap sebagai aset paling bernilai jual tinggi saat ini.
Fenomena ini mengingatkan pada tren pemain muda Eropa yang memilih hijrah ke Saudi demi gaji besar, seperti Cristiano Ronaldo atau Karim Benzema. Namun, Soule tampaknya ingin mengikuti jejak rekan senegaranya yang sukses di Eropa, seperti Lionel Messi atau Angel Di Maria, daripada memilih kenyamanan finansial jangka pendek. Keputusan ini juga menjadi sinyal bagi klub-klub Eropa bahwa talenta muda Amerika Latin masih memprioritaskan persaingan level tertinggi.
Dari sudut pandang Indonesia, pergerakan transfer ini menarik diamati karena dapat memengaruhi persaingan di Serie A dan Liga Champions. Jika Soule hengkang ke Saudi, Roma kehilangan kreator peluang andalan; sebaliknya, jika ia bertahan atau pindah ke klub Eropa lain, kualitas kompetisi tetap terjaga. Bagi penggemar sepak bola Tanah Air, nasib Soule juga menjadi cerminan bagaimana klub-klub Eropa beradaptasi dengan gempuran finansial dari liga-liga kaya minyak.
Yang menjadi pertanyaan, mampukah Roma menahan Soule jika tawaran dari Saudi terus mengalir? Atau justru keputusan pemain sendiri yang akan menjadi penentu? Dengan tenggat waktu FFP yang semakin dekat, langkah Roma dalam beberapa pekan ke depan akan menjadi kunci—baik bagi masa depan klub maupun peta persaingan Serie A musim depan.



