Malawi Ukir Sejarah: Lolos ke Piala Dunia Wanita 2027 Usai Kalahkan Ghana
Baca dalam 60 detik
- Malawi memastikan tiket perdana ke Piala Dunia Wanita setelah menaklukkan Ghana 2-1 di perempat final Piala Afrika Wanita.
- Kemenangan ini mengukuhkan posisi Malawi di antara empat wakil Afrika yang otomatis lolos ke Brasil 2027, sekaligus menandai kegagalan Nigeria untuk pertama kalinya.
- Dengan kegagalan Nigeria, Afrika dipastikan memiliki juara baru, sementara Malawi bersiap menghadapi Aljazair di semifinal.

Malawi menorehkan sejarah baru dalam sepak bola wanita Afrika. Pada laga perempat final Piala Afrika Wanita (WAFCON) yang berlangsung di Rabat, Minggu (9/8), tim berjuluk โScorchersโ itu membalikkan keadaan untuk mengalahkan Ghana 2-1 sekaligus mengunci tiket pertama mereka ke Piala Dunia Wanita.
Gol kemenangan dicetak Rose Kadzere pada menit ke-79, setelah Temwa Chawinga menyamakan kedudukan di menit ke-12. Ghana sempat unggul lebih dulu lewat striker kelahiran Inggris, Chantelle Boye-Hlorkah, pada menit ketujuh. Kemenangan ini bukan sekadar lolos ke semifinal, melainkan juga membawa Malawi ke putaran final Piala Dunia Wanita 2027 yang akan digelar di Brasil.
Dengan hasil ini, Malawi bergabung dengan Aljazair, Kamerun, dan Maroko sebagai empat wakil Afrika yang otomatis lolos ke turnamen 32 tim tersebut. Keempat pemenang perempat final WAFCON memang langsung mendapatkan tiket ke Piala Dunia, sesuai regulasi yang berlaku.
Pencapaian ini terasa semakin istimewa karena Malawi tampil sebagai debutan di WAFCON. Perjalanan mereka di kompetisi ini layak disebut sebagai dongeng, mengingat sebelumnya tim ini tidak pernah diperhitungkan sebagai kekuatan utama Afrika. Kini, mereka berhak bermimpi lebih jauh di panggung dunia.
Di sisi lain, kekalahan Ghana menjadi pukulan telak bagi tim yang sebelumnya diunggulkan. Sementara itu, Nigeria, yang telah tampil di sembilan edisi Piala Dunia Wanita sebelumnya, harus tersingkir setelah dikalahkan Kamerun 1-0 di Casablanca. Gol kemenangan Kamerun dicetak oleh Myriam Nyadjou, pemain berusia 19 tahun, melalui tendangan bebas jarak jauh yang spektakuler. Kekalahan ini memaksa Nigeria harus berjuang melalui jalur play-off yang rumit untuk bisa tampil di Brasil, dengan hanya dua slot tambahan yang tersedia untuk Afrika.
Kegagalan Nigeria juga mengakhiri dominasi mereka di level Afrika. Sejak turnamen ini digelar, hanya tiga negara yang pernah menjadi juara: Nigeria, Guinea Khatulistiwa, dan Afrika Selatan. Dengan tersingkirnya Nigeria, dipastikan akan ada juara baru di edisi tahun ini. Ini menjadi sinyal bahwa peta kekuatan sepak bola wanita Afrika sedang bergeser, dengan tim-tim seperti Malawi dan Kamerun mulai menunjukkan taringnya.
Bagi Indonesia, perkembangan ini menarik untuk dicermati. Sepak bola wanita di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, masih berjuang untuk menembus level tertinggi. Keberhasilan Malawi, yang notabene negara dengan peringkat FIFA jauh di bawah, menjadi bukti bahwa dengan pembinaan yang serius dan kesempatan bertanding, mimpi tampil di Piala Dunia bukanlah hal yang mustahil. Federasi sepak bola Indonesia (PSSI) bisa menjadikan kisah Malawi sebagai inspirasi untuk terus mengembangkan kompetisi wanita, baik di level klub maupun tim nasional.
Langkah Malawi selanjutnya adalah menghadapi Aljazair di semifinal pada Rabu (12/8), sementara Maroko akan menjamu Kamerun di laga lainnya. Jika Malawi mampu melewati Aljazair, mereka berpeluang menciptakan kejutan lebih besar lagi. Pertanyaannya, apakah dongeng Malawi akan berlanjut hingga partai puncak? Ataukah pengalaman Aljazair akan menjadi tembok yang terlalu tinggi untuk ditembus? Yang jelas, sepak bola wanita Afrika sedang menyaksikan lahirnya kekuatan baru.



