Petarung Wales Ieuan Mackenzie Targetkan Debut UFC dalam Setahun
Baca dalam 60 detik
- Ieuan Mackenzie (25 tahun) baru saja menandatangani kontrak lima pertarungan dengan Cage Warriors dan optimis bisa masuk UFC dalam 12 bulan ke depan.
- Pada 27 Juni, ia akan menghadapi Kadeem Perkins yang belum terkalahkan di Cage Warriors 208 London, dan yakin mampu mengakhiri rekor sempurna lawannya.
- Dukungan tunangannya, peraih medali perunggu Commonwealth Games 2022 Jasmine Hacker-Jones, menjadi faktor penting dalam persiapan mental dan fisiknya.

Petarung kelas bantam asal Wales, Ieuan Mackenzie, menatap peluang emas menuju Ultimate Fighting Championship (UFC) setelah resmi mengikat kontrak lima pertarungan bersama Cage Warriors. Dalam waktu dekat, ia akan berhadapan dengan petarung tak terkalahkan asal London, Kadeem Perkins, pada ajang Cage Warriors 208 di London, 27 Juni mendatang.
Mackenzie, yang saat ini memiliki rekor enam kemenangan dan dua kekalahan, mengaku percaya diri tinggi menjelang laga tersebut. Keyakinannya muncul setelah ia berhasil mengalahkan Keir Harvie—petarung yang nyaris masuk perebutan gelar juara—dengan kemenangan ronde pertama di pertarungan terakhirnya bersama Cage Warriors. "Saya penuh percaya diri, terutama dengan lawan-lawan yang sudah saya kalahkan," ujarnya kepada BBC Sport Wales.
Di sisi lain, Perkins datang dengan rekor sempurna empat kemenangan tanpa kekalahan. Namun, Mackenzie menilai bahwa kemenangan knockout yang diraih Perkins di pertarungan terakhirnya tidak mencerminkan kemampuan sebenarnya. "Dia petarung Muay Thai yang bagus, tapi lawan yang dia hadapi saat itu tidak selevel dengan saya," tegas Mackenzie. Ia memperkirakan Perkins akan mencoba menjaga jarak dan mengandalkan poin, tetapi Mackenzie yakin pertarungan tidak akan berlangsung lama.
Bagi Mackenzie, kemenangan impresif di laga ini bisa menjadi tiket menuju UFC. Ia membayangkan jika mampu memenangi pertarungan ini dan satu laga lagi di akhir tahun, rekor delapan kemenangan dengan delapan penyelesaian akan membuka pintu menuju Contender Series atau langsung ke UFC. "Saya tahu ke mana arah saya, tinggal bagaimana saya tampil malam itu dan mewujudkannya," katanya.
Di balik persiapannya, Mackenzie mendapat dukungan penuh dari tunangannya, Jasmine Hacker-Jones, peraih medali perunggu judo kelas -63 kg putri pada Commonwealth Games 2022. Hacker-Jones, yang telah menjadi atlet profesional selama 10–15 tahun, memahami betul tuntutan latihan enam hingga tujuh hari seminggu. "Dia adalah kritikus sekaligus pendukung terbesar saya. Tidak ada yang disembunyikan, dia selalu jujur," ungkap Mackenzie.
Kontrak multi-pertarungan dengan Cage Warriors memberi Mackenzie stabilitas yang sebelumnya tidak ia miliki. Sebelumnya, ia hanya menjalani pertarungan sporadis. Kini, ia bisa fokus pada jadwal yang terjamin. "Saya akhirnya punya rumah di MMA. Ini memastikan saya tetap aktif, bukan menunggu tawaran datang," jelas petarung asal Cardiff itu.
Bagi penggemar MMA di Indonesia, perjalanan Mackenzie bisa menjadi inspirasi bagaimana seorang petarung muda membangun karier dari organisasi regional menuju panggung global. Dengan industri MMA Tanah Air yang terus berkembang, model seperti Mackenzie—yang memanfaatkan kontrak jangka panjang dan dukungan pasangan sesama atlet—bisa menjadi contoh bagi petarung lokal yang bercita-cita ke UFC.
Pertanyaan besarnya: akankah Mackenzie mampu mempertahankan kepercayaan dirinya saat berhadapan dengan petarung yang belum terkalahkan? Jawabannya akan terlihat di London, 27 Juni.



