Gempa Magnitudo 3,1 Guncang Sigi: Getaran Dangkal di Sulawesi Tengah
Baca dalam 60 detik
- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa bumi berkekuatan magnitudo 3,1 melanda wilayah Sigi, Sulawesi Tengah, pada Kamis pagi.
- Pusat gempa berada di kedalaman hanya 5 kilometer, menjadikannya gempa dangkal yang getarannya terasa di permukaan.
- Meski magnitudonya kecil, kejadian ini mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan terhadap aktivitas seismik di Sulawesi yang rawan gempa.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi berkekuatan magnitudo 3,1 mengguncang wilayah Sigi, Sulawesi Tengah, pada Kamis (25/6/2026) pukul 10.08 WIB. Getaran yang berasal dari kedalaman hanya 5 kilometer ini menjadikannya gempa dangkal yang berpotensi menimbulkan guncangan terasa di permukaan, meski dengan skala kecil.
Berdasarkan rilis BMKG, episenter gempa terletak pada koordinat 1,18 Lintang Selatan dan 120,19 Bujur Timur, tepatnya sekitar 41 kilometer di timur laut Sigi. Kedalaman yang dangkal membuat gempa ini masuk dalam kategori gempa kerak dangkal (shallow crustal earthquake) yang kerap terjadi di Sulawesi akibat aktivitas sesar aktif di kawasan tersebut. BMKG juga mengeluarkan disclaimer bahwa data awal masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring kelengkapan informasi.
Wilayah Sigi dan sekitarnya memang dikenal sebagai daerah rawan gempa karena berada di dekat jalur sesar Palu-Koro, salah satu sesar paling aktif di Indonesia. Gempa kecil seperti ini sebenarnya lumrah terjadi, namun tetap menjadi pengingat bagi warga dan pemerintah daerah untuk selalu waspada. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat gempa tersebut.
Menurut catatan BMKG, aktivitas seismik di Sulawesi Tengah cenderung tinggi. Sepanjang tahun 2025, wilayah ini mencatat lebih dari 200 gempa dengan magnitudo di atas 3,0. Gempa besar berkekuatan magnitudo 7,5 yang memicu tsunami di Palu pada 2018 menjadi tragedi paling mematikan, menewaskan ribuan jiwa. Meski gempa kali ini jauh lebih kecil, para ahli mengingatkan bahwa gempa dangkal dengan magnitudo kecil sekalipun bisa menjadi pertanda aktivitas sesar yang perlu diwaspadai.
Bagi masyarakat Indonesia, khususnya yang tinggal di wilayah rawan gempa, kejadian ini menegaskan pentingnya mitigasi bencana. Pemerintah daerah diharapkan terus mengedukasi warga tentang langkah evakuasi dan membangun infrastruktur tahan gempa. Meski gempa kecil jarang menimbulkan kerusakan, kewaspadaan tetap menjadi kunci.
Ke depan, BMKG akan terus memantau perkembangan aktivitas seismik di wilayah Sigi dan sekitarnya. Apakah gempa susulan akan terjadi? Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari BMKG, serta tidak mudah percaya pada berita hoaks yang beredar.



