Jokowi Gelar Safari Politik Tiga Hari di Lampung: PSI, Relawan, dan Budaya
Baca dalam 60 detik
- Presiden ke-7 Joko Widodo mengunjungi Lampung selama 26-28 Juni untuk menghadiri agenda Partai Solidaritas Indonesia dan pertemuan dengan relawan serta masyarakat.
- Rangkaian kegiatan mencakup rapat koordinasi daerah PSI di Mesuji dan Tulang Bawang, kirab budaya, serta dialog dengan tokoh adat dan pelaku UMKM.
- Kunjungan ini dipandang sebagai bagian dari konsolidasi politik pasca-kepresidenan, dengan fokus pada penguatan jaringan relawan dan dukungan akar rumput.

Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan menggelar kunjungan kerja selama tiga hari di Provinsi Lampung, mulai Jumat (26/6) hingga Minggu (28/6), dengan agenda yang didominasi kegiatan politik dan pertemuan dengan relawan serta masyarakat. Kehadiran mantan kepala negara ini di Bumi Ruwa Jurai tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sinyal konsolidasi politik pasca jabatan resmi berakhir.
Ketua Brigade Rakyat Nusantara, Relly Reagan, mengonfirmasi bahwa pihaknya akan mendampingi seluruh rangkaian kegiatan Jokowi selama di Lampung. Menurut Relly, sebagian besar acara diinisiasi oleh relawan, meskipun ada juga agenda yang digelar oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI). "Kita kan yang undang. Tapi ada kegiatan PSI yang memang banyak juga titiknya, akhirnya ya kegiatannya kita dampingin semua, kecuali acara internal," ujarnya saat dihubungi, Kamis (25/6).
Pada hari pertama, Jokowi dijadwalkan menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PSI di Mesuji dan Tulang Bawang. Acara dilanjutkan dengan Kirab Pawai Budaya Karnaval Gajah, sebuah atraksi budaya khas Lampung yang menampilkan kesenian tradisional. Hari kedua, Sabtu (27/6), mantan wali kota Solo itu direncanakan bertemu dengan tokoh adat Lampung, mengunjungi Museum Transmigrasi dan Desa Bagelen, serta meninjau UMKM di Maliosewu. Rangkaian ditutup dengan acara relawan di Lampung.
Di hari terakhir, Minggu (28/6), Jokowi akan menghadiri kirab budaya di Lampung Timur, bertemu pelaku UMKM, dan berkunjung ke Pondok Pesantren Nurul Qodiri. "Acara budaya di Lampung Timur, habis itu pondok, habis itu ke Kota Gajah. Kota Gajah itu juga acara UMKM dengan masyarakat relawan juga," tambah Relly.
Kunjungan ini menarik perhatian karena terjadi di luar struktur pemerintahan resmi. Jokowi, yang kini tidak lagi menjabat presiden, tetap aktif membangun jejaring politik melalui relawan dan partai politik. Kehadirannya di Lampung dinilai sebagai upaya menjaga pengaruh politik di tingkat akar rumput, sekaligus memperkuat basis dukungan menjelang kontestasi politik mendatang. Pertemuan dengan tokoh adat dan pesantren juga mengindikasikan pendekatan kultural yang khas.
Ke depan, pertanyaan yang mengemuka adalah apakah safari politik seperti ini akan menjadi pola tetap Jokowi dalam mempertahankan relevansinya, atau sekadar agenda seremonial tanpa dampak elektoral signifikan. Yang jelas, Lampung menjadi salah satu panggung uji coba strategi pasca-kekuasaan yang patut dicermati.



