Bukan Sekadar Silaturahmi: Sekretaris Pribadi Prabowo Serahkan Undangan Pernikahan ke Jokowi
Baca dalam 60 detik
- Rizky Irmansyah, Sekretaris Pribadi Presiden Prabowo, mengunjungi kediaman Jokowi di Solo untuk menyerahkan undangan pernikahan pribadi, bukan agenda politik.
- Pertemuan singkat selama 23 menit itu merupakan bagian dari rangkaian kunjungan tokoh dekat Prabowo ke Jokowi, termasuk putra Prabowo, Didit, sepekan sebelumnya.
- Kedatangan ini memperkuat sinyal hubungan personal yang tetap terjaga antara dua presiden, meski berbeda kekuasaan.

Kunjungan Sekretaris Pribadi Presiden Prabowo Subianto, Rizky Irmansyah, ke kediaman Presiden ke-7 Joko Widodo di Solo pada Rabu (24/6) akhirnya terkuak tujuannya: menyerahkan undangan pernikahan. Bukan pertemuan politik rahasia seperti yang sempat menjadi spekulasi publik.
Ajudan Jokowi, AKBP Syarif Muhammad Fitriansyah, mengonfirmasi bahwa Rizky menyempatkan diri mampir ke Solo untuk bersilaturahmi sekaligus memberikan undangan pernikahannya secara langsung kepada Jokowi. "Beliau menyempatkan diri mampir ke Solo untuk bersilaturahmi sekaligus menyerahkan undangan pernikahannya kepada Bapak," ujar Syarif saat dihubungi, Kamis (25/6).
Sebelumnya, Rizky tiba di rumah Jokowi sekitar pukul 09.00 WIB dan langsung melakukan pertemuan tertutup yang hanya berlangsung 23 menit. Saat ditanya awak media, Rizky hanya menjawab singkat, "Silaturahmi aja," tanpa mau mengungkap detail pembicaraan. Sikap tertutup itu memicu beragam tafsir di kalangan pengamat politik.
Kunjungan Rizky bukanlah yang pertama dari lingkaran dekat Prabowo ke Solo. Sepekan sebelumnya, putra Prabowo, Ragowo Hediprasetyo atau Didit, juga bertemu Jokowi dalam pertemuan tertutup selama 30 menit. Didit yang tiba dengan mobil bernomor polisi AB 1553 UH terlihat membawa beberapa buku. Usai pertemuan, ia enggan mengungkap isi pembicaraan dan hanya menyebut kedatangannya terkait acara Malam 1 Suro di Mangkunegaran.
Rangkaian kunjungan ini menunjukkan bahwa hubungan personal antara Prabowo dan Jokowi tetap terjaga meski keduanya kini berada di posisi kekuasaan yang berbeda. Jokowi yang telah lengser tetap menjadi tokoh yang dihormati, sementara Prabowo sebagai presiden petahana tampak menjaga komunikasi melalui orang-orang terdekatnya. Pengamat politik menilai bahwa silaturahmi semacam ini wajar dalam budaya politik Indonesia, terutama untuk menjaga keharmonisan elite.
Ke depan, pertanyaan yang muncul adalah apakah kunjungan serupa akan terus berlanjut, atau justru menjadi sinyal adanya komunikasi politik yang lebih intensif di balik layar? Yang jelas, undangan pernikahan yang disampaikan Rizky menjadi alasan yang cukup personal dan humanis, meredam spekulasi yang berkembang.



