Skotlandia di Ujung Tanduk: Nasib ke Babak Gugur Piala Dunia Bergantung pada Hasil Laga Lain
Baca dalam 60 detik
- Kekalahan 3-0 dari Brasil membuat Skotlandia harus bergantung pada hasil pertandingan grup lain untuk lolos sebagai salah satu dari delapan peringkat ketiga terbaik.
- Dengan selisih gol -3, peluang Skotlandia hanya 42% menurut Opta, dan mereka membutuhkan setidaknya empat tim peringkat ketiga lainnya gagal meraih tiga poin.
- Pertandingan kunci seperti Jepang vs Swedia, Mesir vs Iran, dan Spanyol vs Uruguay akan menentukan apakah Skotlandia bisa melaju ke babak 32 besar untuk pertama kalinya.

Skotlandia harus pasrah menunggu hasil pertandingan grup lain setelah takluk 3-0 dari Brasil pada laga pamungkas fase grup Piala Dunia. Kekalahan telak itu membuat impian untuk menembus babak gugur untuk pertama kalinya dalam sejarah harus ditentukan oleh nasib tim-tim peringkat ketiga lainnya.
Dengan aturan baru turnamen, dua belas tim peringkat ketiga dari dua belas grup akan bersaing memperebutkan delapan tiket tersisa ke babak 32 besar. Skotlandia yang mengoleksi tiga poin dan selisih gol -3 kini berada dalam posisi genting. Menurut data Opta, tim dengan tiga poin dan selisih gol -3 hanya memiliki peluang 42% untuk lolos, sementara selisih gol -2 meningkatkan peluang menjadi 63% dan -1 menjadi 84%.
Saat ini, ada lima tim peringkat ketiga yang berada di bawah Skotlandia dalam klasemen sementara, namun lima tim lainnya memiliki poin yang sama dan empat di antaranya masih memiliki satu pertandingan tersisa. Artinya, Skotlandia berharap setidaknya empat tim tersebut gagal meraih tiga poin atau jika berhasil, selisih gol mereka lebih buruk dari -3.
Sejumlah pertandingan grup lain akan menjadi penentu nasib Skotlandia. Di Grup D, pertemuan Australia dan Paraguay akan menentukan siapa yang finis ketiga; jika ada yang kalah, ia akan mengoleksi tiga poin, namun hasil imbang membuat keduanya meraih empat poin. Di Grup E, Ekuador dan Curacao yang sama-sama mengoleksi satu poin harus menang atas Jerman dan Pantai Gading untuk bisa menyaingi poin Skotlandia. Sementara di Grup F, Skotlandia berharap Jepang mampu mengalahkan Swedia dengan selisih gol besar agar Swedia sebagai peringkat ketiga tidak mampu melampaui poin atau selisih gol mereka.
Pertandingan kunci lainnya adalah Mesir vs Iran di Grup G. Kemenangan Mesir akan memastikan peringkat ketiga grup itu hanya meraih dua poin, sama halnya dengan Grup H jika Spanyol menekuk Uruguay. Di Grup I, hasil imbang antara Senegal dan Irak akan membuat peringkat ketiga hanya mengantongi satu poin. Namun, Skotlandia harus waspada di Grup J, di mana Austria dan Aljazair yang sama-sama memiliki tiga poin akan bertemu; hasil imbang akan membuat keduanya finis dengan empat poin, melampaui Skotlandia.
Di Grup K, Uzbekistan yang memiliki selisih gol -7 berpeluang meraih tiga poin jika menang atas DR Kongo, namun butuh kemenangan besar untuk menyalip Skotlandia. Sementara di Grup L, hasil imbang atau kemenangan Kroasia atas Ghana akan membuat peringkat ketiga grup itu mengoleksi empat poin, menjauhkan harapan Skotlandia. Skenario ideal bagi Skotlandia adalah Ghana menang besar dan Panama tidak mampu mengalahkan Inggris.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, situasi Skotlandia ini mengingatkan pada drama klasik Piala Dunia di mana nasib sebuah tim ditentukan oleh hasil pertandingan lain. Meski Timnas Indonesia belum pernah merasakan fase grup Piala Dunia, momen seperti ini kerap menjadi tontonan menarik yang menguji ketegangan dan harapan. Apakah Skotlandia akan menjadi salah satu tim beruntung yang lolos sebagai peringkat ketiga terbaik, atau justru harus pulang lebih awal? Jawabannya akan diketahui setelah seluruh pertandingan grup rampung pada akhir pekan ini.



