Chandra Asri (TPIA) Tuntaskan Obligasi Rp6 Triliun, Dana Segar untuk Modal Kerja
Baca dalam 60 detik
- PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) merampungkan Program Obligasi Berkelanjutan V senilai Rp6 triliun melalui tiga tahap penerbitan.
- Dana hasil obligasi akan dialokasikan untuk modal kerja, khususnya pengadaan bahan baku produksi guna mendukung operasional perusahaan.
- Langkah ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap strategi pertumbuhan jangka panjang emiten milik Prajogo Pangestu di tengah dinamika industri petrokimia.

PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), emiten petrokimia milik konglomerat Prajogo Pangestu, resmi menuntaskan Program Obligasi Berkelanjutan V (PUB V) dengan total nilai Rp6 triliun. Penuntasan program ini ditandai dengan rampungnya penerbitan tahap ketiga senilai Rp2,25 triliun, yang mendapat sambutan positif dari pasar modal.
Group CFO dan Direktur Chandra Asri Group, Andre Khor, mengungkapkan bahwa dukungan investor pada tahap akhir ini menjadi sinyal kepercayaan terhadap prospek perusahaan. "Dukungan ini memungkinkan kami untuk terus menjalankan strategi pertumbuhan jangka panjang serta berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi Indonesia dan kawasan Asia Tenggara," ujarnya dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (25/6/2026).
PUB V diterbitkan dalam tiga tahap sejak awal program. Tahap I senilai Rp1,5 triliun, Tahap II Rp2,25 triliun, dan Tahap III Rp2,25 triliun. Seluruh dana yang dihimpun akan digunakan untuk kebutuhan modal kerja Grup, terutama mendukung pengadaan bahan baku produksi yang menjadi tulang punggung kegiatan operasional. Langkah ini dinilai strategis mengingat industri petrokimia sangat bergantung pada ketersediaan bahan baku yang stabil.
Dalam transaksi ini, Chandra Asri Group menunjuk sembilan sekuritas sebagai Joint Lead Underwriters, antara lain BCA Sekuritas, BNI Sekuritas, BRI Danareksa Sekuritas, DBS Vickers Sekuritas Indonesia, Henan Putihrai Sekuritas, KB Valbury Sekuritas Indonesia, Mandiri Sekuritas, Sinarmas Sekuritas, dan Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. Keterlibatan sekuritas-sekuritas besar ini menunjukkan skala dan kredibilitas penerbitan obligasi tersebut.
Bagi investor Indonesia, keberhasilan PUB V TPIA menjadi indikator bahwa emiten sektor petrokimia masih mampu menarik minat pasar di tengah tekanan harga komoditas global. Langkah diversifikasi pendanaan ini juga memperkuat struktur modal perusahaan, sehingga dapat lebih leluasa menjalankan ekspansi dan menjaga ketahanan finansial. Ke depan, Chandra Asri Group berkomitmen untuk terus mengoptimalkan sumber pendanaan guna menciptakan nilai jangka panjang bagi pemangku kepentingan. Pertanyaannya, apakah strategi ini cukup untuk menghadapi fluktuasi siklus industri petrokimia yang kerap tidak menentu?



