Karnival Cuti-Cuti Malaysia 2026 Siap Digelar, Targetkan 200 Ribu Pengunjung
Baca dalam 60 detik
- Karnival wisata domestik Malaysia akan berlangsung di enam negara bagian mulai Juli 2026, diprediksi menarik lebih dari 200.000 pengunjung.
- Inisiatif ini mendukung kampanye Visit Malaysia 2026 dan program Destinasi Indah, Harga Rahmah yang menawarkan paket perjalanan terjangkau.
- Data menunjukkan kunjungan wisatawan internasional ke Malaysia naik 3,4% pada Januari-Mei 2026, sementara wisata domestik tumbuh 11,5% pada 2025.

Malaysia kembali menggelar pameran wisata keliling bertajuk Star Karnival Cuti-Cuti Malaysia 2026, yang akan menyambangi enam negara bagian mulai awal Juli mendatang. Ajang ini diyakini mampu mendongkrak sektor pariwisata domestik dan menjadi motor penggerak kampanye Visit Malaysia 2026 (VM 2026).
Karnival yang mengusung tema “Discover, Experience, Explore” ini diproyeksikan menarik lebih dari 200.000 pengunjung di setiap pemberhentiannya. Rangkaian acara akan dimulai di Pahang pada 3–5 Juli, kemudian berlanjut ke Johor, Sabah, Penang, Selangor, dan Sarawak pada bulan-bulan berikutnya.
Wakil Menteri Pariwisata, Seni, dan Budaya Malaysia, Chiew Choon Man, saat meluncurkan acara di Menara Star, menegaskan bahwa karnival ini bukan sekadar ajang penawaran paket liburan murah. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi bagian dari program Destinasi Indah, Harga Rahmah yang digagas Tourism Malaysia untuk membuat perjalanan wisata lebih terjangkau bagi masyarakat. “Karnival ini memberi kesempatan untuk menemukan destinasi baru, menikmati pertunjukan budaya, kuliner lokal, dan inspirasi liburan ke depan,” ujarnya.
Pertumbuhan sektor pariwisata Malaysia menunjukkan tren positif. Menurut Chiew, capaian 17,5 juta wisatawan mancanegara dalam lima bulan pertama 2026 mencerminkan kepercayaan global terhadap Malaysia sebagai destinasi unggulan di ASEAN. Sementara itu, wisata domestik juga menguat signifikan. Pada 2025, jumlah perjalanan wisatawan lokal naik 11,5% dan belanja mereka meningkat 13,6% dibanding tahun sebelumnya. “Masyarakat Malaysia semakin memilih menjelajahi kekayaan negeri sendiri, baik untuk liburan keluarga, akhir pekan, eksplorasi budaya, maupun balik kampung,” tambahnya.
CEO Star Media Group, Chan Seng Fatt, menyebut karnival ini dirancang sebagai platform yang mempertemukan wisatawan dan pelaku industri pariwisata secara langsung. “Kami ingin memudahkan masyarakat merencanakan liburan sekaligus mendorong pertumbuhan sektor ini. Tahun lalu antusiasme keluarga, komunitas, dan UKM sangat tinggi, dan kami bangga bisa kembali berkolaborasi dengan Tourism Malaysia,” katanya. Ia menambahkan, sebagai media lokal, pihaknya berkomitmen mempromosikan destinasi unik Malaysia melalui jangkauan luas yang dimiliki.
Bagi Indonesia, gelaran ini bisa menjadi tolok ukur strategi promosi wisata terpadu. Kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan media seperti yang dilakukan Malaysia terbukti efektif mendongkrak kunjungan. Dengan target 200.000 pengunjung, karnival ini juga menjadi ajang bagi pelaku UMKM dan industri kreatif untuk memasarkan produk mereka. Pertanyaan selanjutnya, apakah Indonesia akan mengadopsi model serupa untuk menggenjot pariwisata domestik dan menarik wisatawan mancanegara?



