Pukulan Cedera Hantam Australia Jelang Laga Hidup Mati Lawan Paraguay
Baca dalam 60 detik
- Dua pemain kunci Australia, Jacob Italiano dan Mathew Leckie, dipastikan absen saat menghadapi Paraguay dalam laga penentu Grup D Piala Dunia 2026.
- Pelatih Tony Popovic harus merombak lini pertahanan dan tengah, sementara publik mendesak kembalinya Nestory Irankunda ke starting XI setelah penampilan buruk melawan AS.
- Hasil imbang sudah cukup membawa Australia ke babak 32 besar, namun Popovic menegaskan timnya hanya fokus pada kemenangan.

Australia harus menghadapi laga penentu Grup D Piala Dunia 2026 melawan Paraguay tanpa dua pemain inti setelah Jacob Italiano dan Mathew Leckie dipastikan absen akibat cedera. Kekuatan lini belakang dan sayap pun terancam menjelang pertandingan di San Francisco Bay Area Stadium yang akan menentukan nasib mereka di turnamen.
Jacob Italiano, bek kanan yang tampil penuh saat melawan Turki dan Amerika Serikat, harus menepi karena cedera adduktor yang didapat saat latihan. Sementara itu, Mathew Leckieโyang mengisi pos sayap kanan saat melawan ASโjuga absen akibat cedera hamstring. Keduanya menjadi pilar penting dalam skema Popovic, dan kehilangan mereka memaksa pelatih asal Australia itu melakukan penyesuaian taktik secara mendadak.
Keputusan Popovic untuk tidak menurunkan Irankunda dan Metcalfe sejak awal saat melawan AS menuai kritik tajam dari para pengamat dan mantan pemain Socceroos. Australia tampil buruk di babak pertama dan kebobolan dua gol sebelum akhirnya kalah 0-2. Banyak pihak menilai keputusan tersebut kontraproduktif, mengingat duet tersebut menjadi motor serangan saat mengalahkan Turki. Popovic, bagaimanapun, membela pilihannya. โSaya tidak akan mengubah keputusan itu. Yang ingin saya ubah hanyalah performa di babak pertama,โ ujarnya dalam konferensi pers, Rabu waktu setempat.
Bagi Indonesia, perjalanan Australia di Piala Dunia ini menarik untuk dicermati. Sebagai sesama negara Asia yang kerap menjadi lawan di kualifikasi, strategi Popovic dalam mengelola cedera dan tekanan publik bisa menjadi pelajaran berharga. Timnas Indonesia sendiri tengah membangun skuad dengan naturalisasi pemain diaspora, mirip dengan langkah Australia yang menaturalisasi Cristian Volpato. Keberhasilan atau kegagalan Australia dalam mengatasi krisis pemain bisa menjadi tolok ukur bagi pengembangan sepak bola di kawasan.
Popovic, yang pernah membela Australia di 58 pertandingan internasional, memiliki kenangan manis sekaligus pahit saat melawan Paraguay. Dalam laga persahabatan 20 tahun lalu, ia mencetak gol penentu kemenangan, namun rekan setimnya justru mencetak gol bunuh diri sehingga laga berakhir imbang 1-1. Kini, hasil imbang pun sudah cukup untuk membawa Australia ke babak gugur sebagai runner-up grup di bawah AS. Bahkan kekalahan tipis masih memungkinkan mereka lolos sebagai peringkat ketiga terbaik. Namun Popovic menegaskan timnya tidak akan bermain aman. โTidak ada yang diberikan secara cuma-cuma di Piala Dunia. Kami harus merebut semuanya besok malam,โ tegasnya.
Dengan dua pilar absen dan tekanan publik yang menguat, mampukah Popovic meramu strategi yang tepat untuk mengamankan tiket ke babak 32 besar? Atau justru Paraguay yang akan memanfaatkan celah di pertahanan Australia? Jawabannya akan terungkap dalam laga hidup mati di San Francisco nanti.



