Leeds United Incar Kiper Jepang Zion Suzuki, Pernah Tolak Manchester United
Baca dalam 60 detik
- Leeds United memulai negosiasi dengan Parma untuk merekrut kiper timnas Jepang, Zion Suzuki, yang sempat menolak tawaran Manchester United pada 2023.
- Suzuki, 23 tahun, dinilai sebagai salah satu penjaga gawang muda paling menjanjikan di Eropa berkat refleks dan distribusi bolanya yang terus berkembang.
- Jika transfer jadi, Suzuki akan bersaing memperebutkan posisi utama di Leeds yang tengah membangun skuad kompetitif untuk Premier League musim depan.

Leeds United dikabarkan tengah menjalin komunikasi dengan Parma untuk mendatangkan kiper timnas Jepang, Zion Suzuki, sebagai prioritas utama di bursa transfer musim panas ini. Langkah ini menjadi sinyal bahwa klub asal Yorkshire itu serius memperkuat lini pertahanan menjelang kembalinya mereka ke Premier League.
Menurut jurnalis Italia Luca Cerchione, negosiasi antara kedua klub sudah berlangsung dalam beberapa hari terakhir. Suzuki, yang baru berusia 23 tahun, telah menjadi sorotan sejak bergabung dengan Parma berkat kemampuannya dalam menghadapi tekanan dan distribusi bola yang kian matang. Sebelumnya, ia sempat dikaitkan dengan Manchester United pada 2023, namun memilih menolak peran sebagai cadangan AndrΓ© Onana demi menit bermain reguler di Sint-Truiden.
Keputusan Suzuki menolak Manchester United dianggap sebagai langkah berani yang justru menguntungkan kariernya. Alih-alih duduk di bangku cadangan, ia mendapatkan jam terbang tinggi di Liga Belgia dan Italia, yang kemudian membawanya ke skuad utama Jepang di Piala Dunia. Pengalaman internasional ini menjadi nilai tambah di mata Daniel Farke, pelatih Leeds yang menginginkan kiper dengan mentalitas kuat dan kemampuan membangun serangan dari belakang.
Leeds sendiri sudah bergerak cepat di bursa transfer dengan mendatangkan Harry Wilson secara gratis dari Fulham. Wilson, yang mencatat 11 gol dan 9 assist musim lalu, diharapkan menjadi kreator serangan di lini depan. Namun, upaya merekrut gelandang Shea Charles dari Southampton sempat menemui jalan buntu setelah tawaran mereka ditolak. Situasi ini membuat Farke semakin agresif memburu pemain di posisi lain, termasuk penjaga gawang.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, ketertarikan Leeds pada Suzuki menarik karena menunjukkan bahwa pemain Asia kini semakin dilirik klub-klub Premier League. Sebelumnya, kiper timnas Jepang seperti Eiji Kawashima dan Shuichi Gonda pernah merumput di Eropa, namun Suzuki memiliki potensi untuk menjadi yang pertama dari Jepang yang menjadi andalan di klub papan atas Inggris. Jika transfer ini terealisasi, ia akan bersaing dengan Illan Meslier yang musim lalu tampil kurang konsisten.
Pertanyaan besarnya: apakah Leeds bersedia memenuhi banderol Parma yang diperkirakan mencapai 15 juta euro? Atau akankah Suzuki kembali memilih klub yang menjamin status starter, seperti yang ia lakukan saat menolak Manchester United? Keputusan dalam beberapa pekan ke depan akan menentukan arah karier kiper muda ini dan ambisi Leeds di Premier League.



