Nasib Marselino Ferdinan di Oxford United: Kontrak Baru Ditawarkan, Menit Bermain Minim
Baca dalam 60 detik
- EFL merilis daftar pemain yang dipertahankan dan dilepas klub pada 15 Juni 2026; Marselino Ferdinan masuk kategori pemain U-24 yang mendapat tawaran perpanjangan kontrak dari Oxford United.
- Ole Romeny tetap dipertahankan karena kontraknya masih berlaku hingga 30 Juni 2026, sementara Marselino hanya tampil 14 menit dalam dua musim bersama The U's.
- Marselino menghabiskan musim 2025/2026 dengan dipinjamkan ke AS Trencin, namun cedera membatasi penampilannya menjadi hanya 72 menit di seluruh kompetisi.

English Football League (EFL) secara resmi mengumumkan daftar pemain yang dipertahankan dan dilepas oleh klub-klub anggotanya pada 15 Juni 2026, dan dua penggawa Timnas Indonesia yang membela Oxford United, Ole Romeny serta Marselino Ferdinan, masuk dalam daftar tersebut dengan status berbeda.
Ole Romeny tercatat sebagai pemain yang masih diikat kontrak oleh Oxford United hingga 30 Juni 2026, setelah bergabung pada 5 Januari 2025. Sementara itu, Marselino Ferdinan mendapat tanda khusus berupa huruf 'o' yang menurut regulasi EFL berarti pemain berusia di bawah 24 tahun yang kontraknya berakhir pada 30 Juni 2026, dan klub telah menawarkan kontrak baru kepadanya. Situasi ini menjadi titik krusial bagi karier Marselino yang masih minim menit bermain di Inggris.
Kontrak Marselino bersama Oxford United sejatinya akan habis pada 30 Juni 2026. Klub yang dimiliki oleh Ketua PSSI, Erick Thohir, itu memberikan tawaran perpanjangan sebagai bentuk investasi jangka panjang. Namun, catatan menit bermain yang sangat minim menjadi pertanyaan besar: apakah Marselino akan mendapatkan kesempatan lebih banyak di League One, atau justru kembali dipinjamkan ke klub lain?
Sepanjang musim 2025/2026, Marselino dipinjamkan ke AS Trencin, klub kasta tertinggi Liga Slovakia. Sayangnya, cedera memaksanya lebih banyak menjalani perawatan ketimbang berlaga di lapangan. Ia hanya tampil empat kali di Liga Slovakia dan Piala Slovakia dengan total 72 menit. Angka ini menambah daftar panjang perjuangan gelandang serang berusia 21 tahun itu untuk mendapatkan jam terbang di Eropa.
Sejak memutuskan hijrah ke Benua Biru pada awal 2023, Marselino baru mengoleksi 13 penampilan di tiga klub berbeda: KMSK Deinze (Belgia), Oxford United, dan AS Trencin. Jumlah tersebut jelas jauh dari ekspektasi, mengingat ia merupakan salah satu talenta muda paling bersinar di Indonesia. Situasi ini menjadi perhatian bagi pengamat sepak bola nasional, karena Marselino adalah pilar penting Timnas Indonesia di berbagai kelompok umur dan senior.
Di sisi lain, Ole Romeny yang berposisi sebagai penyerang justru lebih stabil. Meski tidak disebutkan detail jumlah penampilannya, statusnya yang dipertahankan menunjukkan bahwa klub masih percaya pada kontribusinya. Romeny bergabung pada Januari 2025 dan kontraknya masih tersisa hingga akhir bulan ini. Oxford United sendiri harus menghadapi kenyataan pahit degradasi ke League One setelah terpuruk di Championship musim lalu. Kompetisi yang lebih rendah mungkin memberi peluang lebih besar bagi pemain seperti Marselino untuk unjuk gigi, asalkan ia mampu melewati masalah cedera dan beradaptasi dengan gaya permainan fisik di kasta ketiga.
Bagi sepak bola Indonesia, perkembangan karier Marselino Ferdinan di Oxford United menjadi barometer kesuksesan program pemain muda yang merantau ke Eropa. Jika ia menerima tawaran perpanjangan kontrak, langkah selanjutnya adalah memastikan menit bermain yang layak. Sebaliknya, jika memilih hengkang, klub baru harus mampu memberikan jaminan waktu bermain yang lebih baik. Pertanyaan besarnya: akankah Marselino mampu memanfaatkan musim depan di League One untuk membuktikan kualitasnya, atau justru kembali terpuruk dalam pusaran cedera dan persaingan ketat?



