Jacksen Tiago Puji MLSC: Kompetisi Terorganisir, Lahirkan Talenta Masa Depan Timnas Putri
Baca dalam 60 detik
- Jacksen Ferreira Tiago, legenda sepak bola Indonesia, ditunjuk sebagai Head Coach MLSC dan menyebut kompetisi ini sangat rapi serta memiliki visi jangka panjang.
- MLSC All Stars 2026 mempertemukan 12 tim terbaik dari kota-kota di Indonesia, dengan Jacksen mengidentifikasi tiga pemain potensial untuk Timnas Putri.
- Jacksen optimistis pembinaan konsisten dalam 5-7 tahun akan menghasilkan tulang punggung Timnas Indonesia Putri.

Mantan striker Timnas Indonesia, Jacksen Ferreira Tiago, memberikan pujian tinggi terhadap MilkLife Soccer Challenge (MLSC) yang dinilainya sebagai kompetisi sepak bola putri paling terorganisir dan berkembang pesat di Tanah Air. Pelatih asal Brasil itu hadir di Supersoccer Arena, Kudus, untuk memantau langsung aksi para pemain dalam MLSC All Stars 2026, fase puncak turnamen yang mempertemukan bakat-bakat terbaik dari 12 kota.
Jacksen, yang ditunjuk sebagai Head Coach MLSC pada pertengahan musim 2025/2026, mengaku tertarik bergabung karena ingin fokus pada pembinaan usia muda. Menurutnya, MLSC memiliki kerangka kerja yang jelas dan visi jangka panjang yang jarang ditemukan di kompetisi serupa. "Saya melihat keseriusan dan visi jangka panjang itu sangat luar biasa jelas," ujarnya dalam wawancara di sela-sela turnamen.
Jacksen, yang pernah menangani berbagai kelompok usia muda Indonesia, menyebut turnamen ini sebagai wadah strategis untuk menjaring bibit unggul. Ia menyoroti tiga nama yang dinilai memiliki potensi besar: Ika Wonda dari Solo, Sabrina Ristiyana dari Kudus, dan Keyla Putri dari Tangerang. Menurutnya, dengan pembinaan yang konsisten dan jalur karier yang jelas, para pemain ini bisa menjadi andalan Timnas Indonesia Putri dalam 5-7 tahun ke depan.
"Kalau kita membina mereka secara konsisten dengan pathway yang jelas, framework yang bagus, saya yakin mereka dalam 5-7 tahun ke depan akan menjadi tulang punggung Timnas Indonesia," tegas Jacksen. Pernyataan ini menegaskan pentingnya kompetisi berjenjang seperti MLSC dalam membangun ekosistem sepak bola putri nasional.
MLSC All Stars 2026 memasuki babak semifinal dengan empat tim tersisa. Jakarta, yang tampil dominan dengan kemenangan 4-0 atas Malang, akan berhadapan dengan Yogyakarta yang lolos setelah menyingkirkan Semarang lewat adu penalti. Sementara itu, Surabaya yang mengalahkan runner-up tahun lalu, Solo, dengan skor 2-1, akan menjamu tuan rumah Kudus yang menang 2-0 atas Tangerang. Pertandingan-pertandingan ini diprediksi berlangsung ketat dan menjadi ajang unjuk kemampuan para pemain muda.
Dengan adanya apresiasi dari figur sekaliber Jacksen Tiago, MLSC semakin menunjukkan perannya sebagai katalisator perkembangan sepak bola putri Indonesia. Pertanyaannya, apakah PSSI dan pemangku kepentingan lain akan memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat pembinaan usia dini secara berkelanjutan?



