GTA VI Dibanderol 80 Dolar AS, Mode Online Baru Hadir Sebulan Setelah Rilis
Baca dalam 60 detik
- Rockstar Games memastikan GTA VI edisi standar seharga 80 dolar AS, sementara Ultimate Edition dibanderol 100 dolar AS, dengan pre-order mulai tengah malam waktu setempat.
- Mode multiplayer online tidak akan tersedia pada hari peluncuran 19 November 2026; pemain hanya bisa menikmati kampanye pemain tunggal.
- Edisi fisik hanya berisi kode unduh tanpa cakram, menandakan pergeseran industri menuju distribusi digital penuh.

Rockstar Games dan Take-Two Interactive akhirnya mengumumkan harga resmi Grand Theft Auto VI: edisi standar dibanderol 80 dolar AS, sementara Ultimate Edition mencapai 100 dolar AS. Keputusan ini menandai pertama kalinya seri utama GTA menembus angka 70 dolar AS, sekaligus mengonfirmasi bahwa mode online tidak akan tersedia saat game dirilis pada 19 November 2026.
Kenaikan harga ini menjadi sorotan di tengah tren industri game yang terus mendorong batas harga rilis. Sejak era PlayStation 3 dan Xbox 360, harga game AAA bertahan di 60 dolar AS, lalu naik menjadi 70 dolar AS pada generasi konsol saat ini. Dengan 80 dolar AS, GTA VI menjadi salah satu game termahal di pasaran, setara dengan edisi deluxe beberapa judul lain. Namun, bagi penggemar setia, harga tersebut mungkin masih dianggap wajar mengingat skala dan antisipasi terhadap game ini.
Keputusan untuk tidak menyertakan mode online saat peluncuran merupakan langkah berani. Rockstar selama ini dikenal dengan kesuksesan GTA Online yang telah menjadi mesin uang selama lebih dari satu dekade. Dengan menunda akses multiplayer, pengembang memberi sinyal bahwa fokus utama mereka adalah memastikan pengalaman pemain tunggal yang matang dan bebas gangguan. Langkah ini juga bisa dimaknai sebagai upaya menghindari masalah server yang kerap terjadi saat peluncuran game online besar.
Bagi pemain di Indonesia, harga 80 dolar AS setara dengan sekitar 1,2 juta rupiah (dengan kurs 15.000 per dolar), belum termasuk pajak dan biaya tambahan. Angka ini jelas lebih tinggi dibandingkan harga game AAA pada umumnya yang berkisar 700 ribu hingga 1 juta rupiah. Namun, antusiasme terhadap GTA VI di Tanah Air diperkirakan tetap tinggi, mengingat basis penggemar seri ini yang besar. Para pemain mungkin perlu menabung lebih awal atau memanfaatkan promo pre-order untuk mendapatkan harga terbaik.
Menurut analis industri, kenaikan harga ini mencerminkan meningkatnya biaya produksi game AAA yang kini bisa mencapai ratusan juta dolar. Rockstar sendiri dikenal dengan siklus pengembangan yang panjang dan detail tinggi. Dengan harga 80 dolar AS, perusahaan berharap dapat menutup investasi besar sebelum pendapatan dari mode online mengalir. Namun, risiko resistensi konsumen tetap ada, terutama di pasar negara berkembang seperti Indonesia di mana daya beli lebih rendah.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah mode online GTA VI akan mampu mengulang kesuksesan pendahulunya. Dengan peluncuran yang tertunda, Rockstar memiliki waktu untuk mempersiapkan konten dan infrastruktur yang lebih stabil. Namun, tekanan untuk segera merilis mode online akan semakin besar seiring berjalannya waktu. Apakah para pemain bersedia menunggu, atau justru beralih ke game lain? Hanya waktu yang akan menjawab.



