Tottenham Incar Nico Paz sebagai Pewaris Baru Dele Alli di Lini Depan
Baca dalam 60 detik
- Tottenham Hotspur kembali membuka negosiasi untuk merekrut gelandang serang Como, Nico Paz, setelah Real Madrid membatalkan opsi pembelian kembali pemain Argentina tersebut.
- Paz, yang dinobatkan sebagai gelandang terbaik Serie A musim lalu, menunjukkan statistik impresif dengan 12 gol dan 7 assist serta dominasi di berbagai metrik serangan.
- Jika transfer berhasil, Spurs berpotensi mendapatkan pemain muda bertalenta tinggi yang disebut-sebut sebagai 'Dele Alli baru' dengan kemampuan fisik dan kreativitas setara.

Tottenham Hotspur dikabarkan kembali menjajaki kemungkinan mendatangkan Nico Paz, gelandang serang milik Como yang disebut-sebut sebagai salah satu pemain muda terbaik di Eropa saat ini. Langkah ini muncul setelah Real Madrid memutuskan untuk tidak mengaktifkan klausul pembelian kembali pemain berusia 21 tahun tersebut, membuka peluang bagi klub London Utara untuk mendapatkan jasa sang wonderkid.
Menurut laporan TEAMtalk, Spurs telah mengadakan pembicaraan lanjutan dengan pihak Como dan mengetahui bahwa Real Madrid tidak lagi berniat memboyong Paz kembali ke Santiago Bernabeu. Keputusan Los Blancos ini dipengaruhi oleh kedatangan Jose Mourinho yang tidak melihat Paz sebagai bagian dari rencana jangka panjangnya di ibu kota Spanyol. Madrid bahkan disebut siap menjual Paz dengan banderol sekitar ยฃ51 juta jika mereka tetap membelinya terlebih dahulu.
Ketertarikan Tottenham terhadap Paz sebenarnya bukanlah hal baru. Setahun lalu, mereka sudah berusaha keras merekrutnya namun gagal. Kini, dengan adanya perubahan sikap Madrid, Spurs kembali berada dalam posisi yang lebih menguntungkan. Namun, persaingan tetap ketat karena Arsenal dan Chelsea juga memantau situasi ini.
Paz, yang kini bermain di Como di bawah asuhan Cesc Fabregas, telah menunjukkan perkembangan pesat. Musim 2024/25 ia mencatatkan enam gol dan sembilan assist, lalu meningkat menjadi 12 gol dan tujuh assist musim lalu. Gaya bermainnya yang eksplosif, kemampuan mencetak gol dari berbagai posisi, serta kontribusi defensif yang solid membuatnya sering dibandingkan dengan Dele Alli saat masih menjadi andalan Tottenham.
Perbandingan dengan Dele Alli bukan tanpa alasan. Sama seperti Dele yang direkrut dari MK Dons pada usia 18 tahun, Paz juga merupakan produk akademi yang matang lebih awal. Keduanya sama-sama memiliki naluri mencetak gol tinggi, visi permainan tajam, dan kemampuan memenangkan duel fisik. Dalam metrik lanjutan, Paz unggul dalam hal tembakan per 90 menit (peringkat 2% teratas) dan entry ke sepertiga akhir lapangan (6% teratas), menunjukkan bahwa ia bukan hanya pemain kotak penalti tetapi juga mampu membangun serangan dari dalam.
Bagi Tottenham, merekrut Paz bisa menjadi langkah strategis untuk mengisi kekosongan kreativitas di lini tengah yang telah lama hilang sejak kepergian Christian Eriksen dan menurunnya performa Dele Alli. Meskipun saat ini fokus utama Spurs adalah mendatangkan Sandro Tonali, Paz menawarkan profil berbeda yang lebih ofensif dan langsung berdampak di sepertiga akhir lapangan. Dengan usia yang masih 21 tahun, ia memiliki potensi jangka panjang yang besar.
Dari sudut pandang sepak bola Indonesia, pergerakan Tottenham di bursa transfer ini menarik untuk diikuti karena klub tersebut memiliki basis penggemar yang cukup besar di Tanah Air. Kehadiran pemain muda berbakat seperti Paz bisa meningkatkan daya tarik pertandingan Premier League di mata penonton Indonesia. Selain itu, perkembangan Paz juga bisa menjadi inspirasi bagi pemain muda Indonesia yang bercita-cita berkarier di Eropa.
Pertanyaan besarnya kini: akankah Tottenham mampu mengamankan tanda tangan Nico Paz di tengah persaingan ketat dari klub-klub besar Inggris lainnya? Ataukah Real Madrid akan kembali mengubah keputusan dan mempertahankannya? Yang jelas, bursa transfer musim panas ini akan menjadi ujian bagi ambisi Spurs untuk kembali bersaing di papan atas.



