Kebakaran di Pusat Bimbingan Belajar India Tewaskan 14 Orang, Kelalaian Keselamatan Kembali Disorot
Baca dalam 60 detik
- Api melalap gedung tiga lantai di Lucknow yang menampung perpustakaan dan pusat bimbingan belajar, menewaskan sedikitnya 14 orang.
- Insiden ini menjadi yang terbaru dalam rangkaian kebakaran di India akibat lemahnya penegakan regulasi keselamatan dan minimnya peralatan pemadam.
- Pemerintah setempat berjanji menindak tegas pihak bertanggung jawab, sementara PM Modi memberikan santunan bagi keluarga korban.

Sedikitnya 14 orang tewas dalam kebakaran yang melanda sebuah gedung bertingkat di Lucknow, ibu kota negara bagian Uttar Pradesh, India, pada Selasa (24/6). Gedung tersebut diketahui digunakan sebagai perpustakaan dan pusat bimbingan belajar bagi mahasiswa. Api diduga berasal dari lantai tengah bangunan tiga lantai yang terletak di kawasan pemukiman padat penduduk itu, lalu dengan cepat menjalar ke lantai atas dan bawah.
Wakil Kepala Menteri Uttar Pradesh, Brajesh Pathak, menyatakan bahwa keempat belas korban jiwa berasal dari keluarga yang tengah berduka. Empat orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit terdekat. Belum dapat dipastikan apakah seluruh korban tewas merupakan pelajar yang sedang berada di dalam gedung saat kebakaran terjadi.
Sejumlah saksi mata yang diwawancarai kantor berita AFP mengisahkan kepanikan luar biasa saat api mulai membesar. Beberapa pelajar nekat melompat dari lantai atas ke jalan raya untuk menyelamatkan diri. Rekaman televisi India memperlihatkan kobaran api yang keluar dari fasad depan gedung, sementara petugas pemadam kebakaran berjibaku menjinakkan si jago merah.
Kebakaran gedung di India bukanlah peristiwa langka. Lemahnya pengawasan terhadap kepatuhan regulasi keselamatan kebakaran dan minimnya ketersediaan alat pemadam api menjadi faktor utama yang kerap disebut para pengamat. Korsleting listrik akibat instalasi kabel yang tidak terawat juga masih menjadi penyebab paling umum dari insiden kebakaran di negara tersebut. Kondisi ini mengingatkan pada sejumlah tragedi serupa di Indonesia, di mana kelalaian serupa kerap memakan korban jiwa.
Pathak menegaskan bahwa pihaknya akan mengambil tindakan tegas terhadap pihak yang bertanggung jawab. Sementara itu, Perdana Menteri India Narendra Modi menyatakan keprihatinan mendalam atas musibah tersebut. Melalui unggahan di media sosial, kantornya mengumumkan santunan sebesar lebih dari US$2.100 (sekitar Rp34 juta) bagi setiap keluarga korban meninggal.
Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Peristiwa ini terjadi hanya dua pekan setelah kebakaran di sebuah hotel di New Delhi yang menewaskan 21 orang. Rangkaian insiden ini kembali mempertanyakan efektivitas sistem keselamatan kebakaran di India, terutama di gedung-gedung publik yang kerap mengabaikan standar keamanan. Akankah tragedi demi tragedi mampu mendorong perubahan nyata dalam penegakan regulasi?



