Prabowo Terbang ke Gorontalo, Buka Pekan Nasional Petani dan Nelayan
Baca dalam 60 detik
- Presiden Prabowo Subianto menghadiri puncak PENAS Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, Rabu pagi.
- Acara ini menjadi ajang strategis untuk mendorong inovasi pertanian dan kemandirian pangan nasional.
- Kunjungan ini merupakan rangkaian agenda Presiden setelah meresmikan jalan daerah dan menghadiri Munas NU di Jawa Timur.

Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Gorontalo, Rabu (24/6) pagi, untuk menghadiri puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII yang digelar di Sport Center Limboto. Keberangkatan menggunakan pesawat kepresidenan dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma sekitar pukul 06.00 WIB menandai komitmen pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian dan perikanan sebagai tulang punggung ketahanan pangan.
Dalam siaran resmi Sekretariat Presiden, agenda utama di Gorontalo adalah membuka rangkaian kegiatan yang dirancang untuk mempertemukan para petani, nelayan, akademisi, dan pemangku kebijakan. Forum ini menjadi wadah pertukaran inovasi teknologi pertanian, dialog kebijakan, serta penguatan jejaring kemitraan usaha. Tujuannya jelas: mendongkrak produktivitas dan mempercepat kemandirian pangan nasional yang selama ini menjadi salah satu prioritas kabinet.
Prabowo tidak sendirian dalam penerbangan ini. Ia didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Kehadiran tiga menteri sekaligus mengindikasikan bahwa isu pangan tidak hanya menjadi urusan teknis Kementerian Pertanian, melainkan juga bagian dari diplomasi dan koordinasi lintas sektor.
Sehari sebelumnya, Selasa (23/6), Presiden menjalani kunjungan kerja ke Jawa Timur. Ia menghadiri Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama 2026 di IAI Syaichona Mohammad Cholil, Bangkalan. Sebelum acara tersebut, Prabowo juga meresmikan ruas jalan daerah sepanjang 1.151 kilometer yang tersebar di seluruh Indonesia, dengan seremoni simbolis di Kabupaten Sampang. Dalam sambutannya, ia mengucapkan, "Bismillahirahmannirahim, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, dengan ini saya resmikan Instruksi Presiden Tahun 2025 jalan daerah sepanjang 1.151 km di seluruh Indonesia." Peresmian itu menjadi bagian dari upaya pemerintah memperbaiki infrastruktur dasar yang mendukung distribusi pangan dan mobilitas petani.
PENAS sendiri bukan sekadar seremoni. Di balik panggung, forum ini menjadi ajang bagi petani dan nelayan untuk mengakses teknologi baru, seperti sistem irigasi pintar, benih unggul, dan alat tangkap ramah lingkungan. Pemerintah berharap sinergi antara riset dan praktik lapangan bisa menekan angka impor pangan dan meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha kecil. Dengan luas wilayah pertanian yang masih besar, Indonesia memiliki potensi menjadi lumbung pangan regional, namun tantangan seperti perubahan iklim dan fragmentasi lahan masih membayangi.
Ke depan, pertanyaan yang mengemuka adalah sejauh mana hasil dialog di Gorontalo akan ditindaklanjuti dalam kebijakan konkret. Apakah akan ada insentif baru bagi petani kecil atau akses permodalan yang lebih longgar? Jawabannya mungkin akan terlihat dalam beberapa bulan ke depan, ketika realisasi program-program pertanian mulai diukur.



