Prabowo: Posisi Kunci di Kabinet Didominasi Profesor, Ini Alasannya
Baca dalam 60 detik
- Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa hampir seluruh posisi strategis di kabinetnya diisi oleh para profesor dan ilmuwan.
- Keputusan ini didasari keyakinan bahwa kualitas sumber daya manusia, bukan sekadar teknologi, menjadi penentu keberhasilan organisasi.
- Prabowo menekankan pentingnya peran akademisi dalam merumuskan solusi atas berbagai persoalan bangsa, sejalan dengan visi kesejahteraan masyarakat.

Presiden Prabowo Subianto secara terbuka mengakui bahwa mayoritas jabatan kunci dalam kabinet pemerintahannya saat ini ditempati oleh para profesor dan ilmuwan. Pernyataan itu disampaikan dalam acara Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta, Jumat (26/6).
Menurut Prabowo, langkah tersebut merupakan bentuk kesadaran akan peran vital para akademisi dalam membantu pemerintah menghadapi tantangan bangsa. Ia menegaskan bahwa tujuan akhir penyelenggaraan negara adalah menciptakan kehidupan yang layak dan sejahtera bagi seluruh rakyat. Oleh karena itu, ia membutuhkan orang-orang terbaik di setiap lini pemerintahan.
“Sejak awal saya sangat sadar peran dan pentingnya para ilmuwan, para guru besar. Hampir di setiap bidang pemerintahan yang kunci, saya ikut sertakan profesor-profesor dalam posisi yang sangat menentukan,” ujar Prabowo di hadapan peserta konvensi.
Keputusan ini, lanjutnya, tidak lepas dari pengalaman kepemimpinan yang ia peroleh selama ini. Prabowo meyakini bahwa keberhasilan sebuah organisasi tidak semata-mata ditentukan oleh kecanggihan teknologi atau peralatan, melainkan oleh kualitas orang-orang yang menjalankannya. Ia mengibaratkan seorang pemimpin sebagai nakhoda kapal yang membutuhkan awak kapal yang andal agar dapat mencapai tujuan dengan selamat.
“Salah satu ilmu kepemimpinan yang saya dapat adalah bahwa seorang nakhoda yang mau aman membawa kapalnya sampai ke tujuan, dia harus punya awak yang handal,” katanya. Ia pun menganalogikan prinsip tersebut dengan dunia olahraga. Menurutnya, sebuah tim sepak bola tidak hanya membutuhkan pemain bintang, tetapi juga manajer, pelatih, hingga tim pendukung yang kompeten untuk meraih kemenangan.
“Kalau kita mau menang sepak bola, kita harus punya manajer yang baik, coach yang baik, pelatih-pelatih yang baik, tukang pijit yang baik, tukang bawa minuman yang baik, dan kesebelasan yang terbaik baru kita bisa jadi juara. Sama di semua bidang,” tegas Prabowo.
Prabowo juga menegaskan bahwa teknologi dan peralatan canggih tidak akan berarti tanpa sumber daya manusia yang handal. “It is not the technology, it is not the equipment, it is the man and the women behind the equipment. Percuma kita punya pesawat paling canggih, pilotnya tidak handal,” tuturnya.
Langkah Prabowo mengisi kabinet dengan para profesor dinilai sebagai upaya untuk memperkuat basis kebijakan berbasis riset dan keilmuan. Hal ini juga sejalan dengan visinya untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang mampu bersaing di tingkat global melalui inovasi dan pendidikan. Ke depan, publik akan mengamati sejauh mana kontribusi para akademisi tersebut dalam merumuskan kebijakan yang berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat.



