Kanada Incar Kemenangan atas Swiss demi Amankan Kandang di Babak 32 Besar
Baca dalam 60 detik
- Pelatih Jesse Marsch menargetkan kemenangan atas Swiss pada laga terakhir Grup B Piala Dunia 2026 agar Kanada tetap bermain di Vancouver.
- Kanada saat ini memuncaki klasemen dengan empat poin; hasil imbang pun sudah cukup untuk memastikan posisi pertama grup.
- Marsch meminta Steve Nash, legenda NBA, memberikan motivasi kepada skuad Kanada tentang keseimbangan antara disiplin dan kebebasan.

Pelatih tim nasional Kanada, Jesse Marsch, menegaskan ambisinya untuk mengalahkan Swiss pada laga pamungkas Grup B Piala Dunia 2026, Rabu (24/6) waktu setempat. Kemenangan akan memastikan Kanada tetap bermain di Vancouver pada babak 32 besar, sebuah keuntungan yang sejak awal menjadi target utama skuad berjuluk The Canucks itu.
Saat ini Kanada memuncaki klasemen dengan koleksi empat poin, unggul dua angka atas Swiss di posisi kedua. Hasil imbang pun sudah cukup untuk mengamankan status juara grup, namun Marsch menolak bermain aman. โSaya rasa cara terburuk untuk meraih hasil imbang adalah dengan bermain untuk hasil imbang,โ ujarnya dalam konferensi pers di BC Place, Selasa (23/6).
Marsch, yang mengambil alih kursi pelatih pada 2024, mengaku sejak awal sudah memasang target menjadi juara grup. โDua tahun lalu semua orang menganggap saya gila. Tapi ini persis di mana saya berharap tim ini berada,โ katanya. Ia menambahkan bahwa pertandingan melawan Swiss sudah direncanakan sebagai laga penentu sejak undian grup dirilis.
Menariknya, Marsch mengungkapkan bahwa ia meminta Steve Nash, legenda NBA yang juga penggemar sepak bola, untuk memberikan pesan motivasi kepada para pemain. Nash berbicara tentang kombinasi antara tension dan freedom. โTension adalah tentang disiplin, fokus, dan konsentrasi untuk tetap pada rencana. Freedom adalah tentang keluar dan bermain dengan percaya diri,โ kata Marsch menirukan pesan Nash.
Bagi Indonesia, yang juga berada di Grup B, laga ini menjadi penentu nasib. Tim Garuda masih tanpa poin setelah dua kekalahan, dan hanya memiliki peluang tipis untuk lolos jika mampu mengalahkan Kamerun di pertandingan lain. Namun, skenario itu sangat bergantung pada hasil Kanada vs Swiss. Jika Kanada menang, Indonesia tetap bisa lolos sebagai runner-up grup dengan syarat mengalahkan Kamerun dengan selisih gol yang cukup.
Marsch menekankan bahwa timnya tidak akan mengendurkan tekanan meski hanya membutuhkan satu poin. โKami akan memulai pertandingan dengan mentalitas dan taktik untuk menang. Di tahap akhir, kami bisa mengatur hasil dengan pergantian pemain,โ jelasnya. Ia juga mengingatkan bahwa Swiss adalah lawan tangguh yang tidak boleh diremehkan.
Pertandingan ini akan menjadi ujian sejati bagi ambisi Kanada untuk melangkah jauh di Piala Dunia yang pertama kali mereka gelar bersama Amerika Serikat dan Meksiko. Dengan dukungan penuh publik Vancouver, The Canucks berharap dapat memanfaatkan keuntungan kandang sebaik mungkin.
Apakah Kanada mampu memenuhi target dan mempertahankan rekor tak terkalahkan di grup? Atau justru Swiss yang akan mencuri posisi puncak? Jawabannya akan diketahui dalam beberapa jam ke depan.



