Solbakken Puji Lini Depan Prancis, Norwegia Siap Hadapi Pantai Gading
Baca dalam 60 detik
- Pelatih Norwegia menyebut lini depan Prancis sebagai yang terbaik di Piala Dunia 2026 setelah kekalahan 4-1.
- Keputusan mengistirahatkan Haaland dan Odegaard diambil demi menjaga kebugaran tim di fase gugur.
- Norwegia akan berhadapan dengan Pantai Gading di babak 32 besar, dengan Solbakken yakin fisik timnya setara.

Pelatih Norwegia, Stale Solbakken, memberikan pujian setinggi langit kepada lini depan Prancis yang dianggapnya sebagai yang terbaik di Piala Dunia 2026 setelah timnya takluk 4-1 di laga pamungkas Grup I. Meski kalah, Solbakken justru optimistis menghadapi babak gugur karena keputusan berani mengistirahatkan dua bintang utamanya, Erling Haaland dan Martin Odegaard, dinilai tepat untuk menjaga stamina tim.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Dallas, Prancis tampil dominan dengan kecepatan dan permainan kolektif yang memukau. Ousmane Dembele menjadi bintang lapangan dengan mencetak hat-trick dalam waktu 32 menit, sementara Desire Doue menutup pesta gol Les Bleus pada menit ke-94. Norwegia sebenarnya sempat memberikan perlawanan, namun penalti Jorgen Strand Larsen yang gagal di babak kedua menjadi momentum yang mengubah jalannya laga.
Solbakken menegaskan bahwa kekalahan ini bukanlah akhir dari perjuangan Norwegia. Dengan status runner-up grup, mereka telah memastikan tiket ke babak 32 besar dan akan berhadapan dengan Pantai Gading. โKami sudah mengantisipasi laga ini. Pantai Gading memiliki keseimbangan di lini tengah, sayap yang berbahaya, serta bek tengah yang kuat. Tapi kami juga tim yang solid saat bermain maksimal,โ ujar Solbakken dalam konferensi pers usai pertandingan.
Keputusan Solbakken untuk merotasi hampir seluruh pemain menjadi sorotan. Dari 11 pemain yang diturunkan saat melawan Senegal, hanya satu yang dipertahankan. โIni keputusan yang mudah bagi saya, didukung tim medis dan pemain sendiri. Satu-satunya pertimbangan adalah para suporter yang ingin melihat Martin dan Erling, tapi kami ingin bertahan di turnamen ini selama mungkin,โ jelas Solbakken. Langkah ini dianggap sebagai strategi jangka panjang untuk menjaga kebugaran tim di fase gugur yang padat.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, laga Norwegia kontra Pantai Gading menyajikan tontonan menarik. Kedua tim memiliki gaya bermain berbeda: Norwegia mengandalkan fisik dan transisi cepat, sementara Pantai Gading mengedepankan teknik dan kecepatan. Hasil pertandingan ini juga bisa menjadi referensi bagi Timnas Indonesia yang kerap menghadapi lawan-lawan Afrika di level Asia. Solbakken sendiri mengakui bahwa Pantai Gading memiliki keunggulan fisik, namun ia yakin timnya sudah menetralisir keunggulan tersebut dengan rotasi pemain.
โKami sudah mengimbangi hari istirahat mereka yang lebih satu dengan melakukan perubahan besar saat melawan Prancis. Sekarang fisik kami setara, dan itu yang menjadi kekuatan utama mereka,โ tegas Solbakken. Pertandingan babak 32 besar antara Norwegia dan Pantai Gading dijadwalkan berlangsung pada Selasa mendatang di Stadion Dallas. Siapa yang akan melaju ke babak 16 besar? Jawabannya akan ditentukan oleh strategi dan ketangguhan mental kedua tim.



