Paolini Tumbang di Eastbourne, Persiapan Wimbledon Terancam
Baca dalam 60 detik
- Unggulan pertama Jasmine Paolini tersingkir di babak pertama Eastbourne Championships setelah dikalahkan Tatjana Maria.
- Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi persiapan Paolini menjelang Wimbledon, di mana ia menjadi runner-up tahun lalu.
- Petenis Italia lainnya, Matteo Arnaldi, juga harus angkat koper setelah dikalahkan petenis kualifikasi asal Inggris.

Persiapan Jasmine Paolini menuju Wimbledon 2025 mendapat hambatan serius setelah ia tersingkir di babak pertama Eastbourne Championships, Selasa (24/6). Unggulan pertama asal Italia itu takluk dari petenis veteran Jerman, Tatjana Maria, dengan skor 6-4, 6-3 dalam waktu kurang dari satu jam.
Kekalahan ini menjadi alarm bagi Paolini yang tahun lalu tampil gemilang di All England Club dengan menembus partai final. Gaya permainan slice khas Maria yang memanfaatkan lapangan rumput menjadi mimpi buruk bagi petenis peringkat lima dunia tersebut. โSaya kesulitan membaca arah bola. Pukulannya sangat berbeda dari biasanya,โ ujar Paolini seusai pertandingan.
Nasib serupa dialami rekan senegara Paolini, Matteo Arnaldi. Finalis semifinal Prancis Terbuka 2025 itu harus mengakui keunggulan petenis kualifikasi Inggris, Giles Hussey, dengan skor 6-4, 6-2. Arnaldi sebelumnya mundur dari Roland Garros karena gangguan pencernaan, dan kekalahan ini menambah panjang daftar kekecewaannya di musim lapangan rumput.
Sementara itu, unggulan kedua Madison Keys tidak menemui kesulitan berarti. Petenis Amerika Serikat itu menaklukkan Talia Gibson asal Australia dengan skor identik 6-4, 6-4. Kemenangan ini membuat Keys tetap berada di jalur persiapan ideal menuju Wimbledon, berbeda dengan Paolini yang harus segera mengevaluasi strateginya.
Di sisi lain, petenis kualifikasi Quentin Halys berhasil masuk ke babak utama setelah unggulan kedua Joao Fonseca mundur karena cedera bahu. Halys akan berhadapan dengan Hussey di babak kedua, sebuah pertemuan yang menarik antara dua petenis yang sama-sama lolos dari kualifikasi.
Bagi penggemar tenis Indonesia, hasil ini menjadi pengingat bahwa persiapan menuju grand slam tidak selalu mulus, bahkan bagi pemain top sekalipun. Paolini, yang sempat menjadi idola baru di Italia, kini harus bekerja ekstra keras untuk memulihkan kepercayaan dirinya. Pertanyaannya, mampukah ia bangkit dan kembali bersaing di Wimbledon yang hanya tinggal dua pekan lagi?



