Debutan Kelahiran India Bawa Irlandia Bungkam Juara Dunia di T20
Baca dalam 60 detik
- Irlandia mencatat kemenangan perdana atas India di semua format senior setelah menekuk juara dunia T20 dengan 34 run di Belfast.
- Pacer kelahiran India, Jai Moondra, menjadi bintang debut dengan 2-26 dan menyingkirkan Sanju Samson pada bola pertamanya.
- Kekalahan ini membuka peluang bagi remaja 15 tahun Vaibhav Sooryavanshi untuk menjalani debut India pada laga kedua, Minggu.

Lebih dari 4.000 penonton yang memadati Stormont, Belfast, Jumat lalu, datang dengan harapan menyaksikan sejarah โ dan mereka benar-benar mendapatkannya, meski bukan dalam bentuk yang mereka bayangkan. Irlandia, tim tuan rumah yang kehilangan enam pemain karena cedera, justru mencatat kemenangan perdana atas India di semua kompetisi senior, dengan skor meyakinkan 34 run.
Kemenangan ini menjadi babak baru dalam persaingan kedua tim. Sebelumnya, Irlandia hanya mampu mengalahkan India di level junior atau pertandingan persahabatan. Namun, di hadapan publik sendiri, tim asuhan pelatih Heinrich Malan tampil luar biasa. Lorcan Tucker, yang baru diangkat sebagai kapten tetap, mencetak setengah abad hanya dalam 36 bola, sementara Matthew Hollard dinobatkan sebagai pemain terbaik berkat 3-28.
Sorotan utama tertuju pada Jai Moondra, pelempar cepat kelahiran Tonk, Rajasthan, yang memilih pindah ke Irlandia pada 2021 demi mengejar gelar master. Debutnya di kancah internasional langsung berbuah manis: ia menyingkirkan Sanju Samson pada lemparan pertamanya dan mengakhiri pertandingan dengan statistik 2-26. "Ini adalah panggung besar bagi saya, keluarga, dan rekan setim. Saya hanya berusaha tenang dan terus melakukan yang terbaik," ujar Moondra, yang mengaku akan mengenang momen ini seumur hidupnya.
Bagi India, kekalahan ini menjadi kejutan besar. Tim juara dunia dua kali berturut-turut itu memutuskan untuk tidak menurunkan sensasi remaja Vaibhav Sooryavanshi, yang pada usia 15 tahun 91 hari sempat diprediksi akan menjadi pemain termuda India. Kapten Shreyas Iyer beralasan ingin mempertahankan skuad yang telah membawa gelar dunia. Namun, kekalahan ini bisa mengubah rencana: Sooryavanshi, yang musim lalu menjadi pencetak run terbanyak IPL dengan 776 run, kemungkinan besar akan diturunkan pada laga kedua, Minggu.
Konteks Indonesia: Prestasi Irlandia ini menjadi pengingat bahwa tim non-unggulan mampu mengejutkan raksasa jika memiliki disiplin dan strategi yang tepat. Bagi Indonesia, yang tengah mengembangkan kriket di tingkat Asia, kisah Moondra โ seorang imigran yang sukses di negara baru โ bisa menjadi inspirasi. Federasi Kriket Indonesia (Forki) dapat belajar dari model pembinaan Irlandia yang memanfaatkan diaspora untuk memperkuat tim nasional.
Mantan pemain Irlandia Ed Joyce menekankan pentingnya hasil seperti ini untuk memastikan tim-tim besar seperti India, Inggris, dan Australia terus mau bertanding melawan mereka. "Kami ingin India kembali bermain di sini, dan suatu hari kami bisa tur ke India. Itu akan fantastis," katanya. Sementara itu, India harus segera bangkit jika tidak ingin kehilangan momentum menjelang seri melawan Inggris.
Pertanyaan besarnya: akankah Sooryavanshi akhirnya diberi kesempatan pada hari Minggu, atau India akan tetap pada skuad yang sama? Satu hal pasti, kemenangan Irlandia ini telah membuka mata dunia bahwa kriket tidak lagi didominasi oleh segelintir negara.



