Senegal Hajar Irak 5-0, Asa ke 32 Besar Piala Dunia 2026 Masih Terbuka
Baca dalam 60 detik
- Senegal menang telak 5-0 atas Irak dalam laga pamungkas Grup I Piala Dunia 2026 di Toronto, membuka peluang lolos ke babak 32 besar sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik.
- Irak harus bermain dengan 10 pemain sejak babak pertama setelah kartu merah Rebin Sulaka, dan kesalahan individu Zidane Iqbal serta lini belakang dimanfaatkan maksimal oleh Senegal.
- Hasil ini menjadi modal berharga bagi Senegal yang tampil di Piala Dunia ketiga kalinya berturut-turut, sementara Irak harus pulang lebih awal setelah hanya meraih satu kemenangan di fase grup.

Senegal memastikan diri tetap bersaing menuju babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah membantai Irak dengan skor 5-0 dalam pertandingan pamungkas Grup I yang digelar di Toronto, Kanada. Kemenangan telak ini menjadi pukulan telak bagi Irak yang harus bermain dengan 10 orang sejak babak pertama.
Pertandingan yang merupakan duel perdana kedua tim di panggung Piala Dunia ini berlangsung sengit sejak menit awal. Senegal langsung tancap gas dan berhasil unggul cepat melalui gol Habib Diarra pada menit ke-4 memanfaatkan kemelut di kotak penalti setelah sepak pojok. Irak bukannya tanpa perlawanan, namun nasib buruk menimpa mereka ketika Rebin Sulaka diusir wasit karena dianggap menghalangi peluang emas Sadio Mane. Unggul jumlah pemain membuat Senegal semakin leluasa menguasai permainan.
Memasuki babak kedua, dominasi Senegal semakin tak terbendung. Kesalahan fatal Zidane Iqbal di area pertahanan sendiri dimanfaatkan Lamine Camara yang kemudian memberikan umpan matang kepada Ismaila Sarr. Sarr yang sudah mengoleksi dua gol sebelumnya di turnamen ini dengan tenang menceploskan bola ke gawang Irak untuk gol ketiganya. Hanya berselang 89 detik setelah masuk sebagai pemain pengganti, Pape Gueye menggandakan keunggulan lewat tembakan keras ke sudut atas gawang. Dua gol tambahan dari Gueye (71') dan Iliman Ndiaye (82') menutup pesta gol Senegal.
Kemenangan ini membawa Senegal mengoleksi 4 poin dari tiga pertandingan, hasil dari satu kemenangan, satu imbang, dan satu kekalahan. Meski demikian, nasib mereka untuk lolos ke babak 32 besar masih harus menunggu hasil pertandingan grup lain. Senegal harus finis sebagai salah satu dari delapan peringkat ketiga terbaik untuk bisa melaju. Pelatih Senegal, Pape Thiaw, mengakui bahwa timnya sudah tidak bisa lagi menentukan nasib sendiri. “Kami menang 5-0 dan itu layak. Tim bermain sangat baik. Masa depan kami tidak lagi di tangan kami sendiri. Kami harus menunggu,” ujarnya.
Di sisi lain, pelatih Irak Graham Arnold menyayangkan kartu merah yang diterima anak asuhnya. “Sangat berat setelah kartu merah awal. Ketika Anda melakukan kesalahan seperti itu, Anda akan dihukum di Piala Dunia. Kami tampil baik di dua pertandingan sebelumnya, tapi hari ini tidak berjalan sesuai rencana,” katanya. Irak yang baru kedua kalinya tampil di Piala Dunia setelah 1986 harus mengakui keunggulan lawan dan pulang dengan kepala tegak.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, laga ini menjadi tontonan menarik karena menunjukkan betapa pentingnya disiplin dan pengalaman di turnamen sebesar Piala Dunia. Irak yang tampil impresif di dua laga sebelumnya (menang atas Meksiko dan kalah tipis dari Inggris) justru hancur saat kehilangan fokus. Pelajaran berharga bagi tim mana pun, termasuk Timnas Indonesia yang tengah berjuang menembus Piala Dunia: setiap kesalahan kecil bisa berakibat fatal. Sementara itu, Senegal membuktikan bahwa kedalaman skuad dan kemampuan memanfaatkan peluang adalah kunci sukses di panggung global.
Pertanyaan kini mengemuka: akankah Senegal menjadi salah satu dari delapan peringkat ketiga terbaik? Ataukah kemenangan 5-0 ini hanya menjadi hiburan semata? Jawabannya akan diketahui setelah seluruh pertandingan fase grup rampung. Yang jelas, The Lions of Teranga telah menunjukkan taringnya dan siap menerkam siapa pun di babak selanjutnya jika diberi kesempatan.



