Les Bleus Umumkan Skuad Awal Nations Championship, Dupont Menyusul
Baca dalam 60 detik
- Pelatih Fabien Galthie memanggil 33 pemain untuk laga perdana Nations Championship melawan Selandia Baru, dengan tujuh pemain debutan.
- Sembilan tempat sengaja dikosongkan untuk pemain Montpellier dan Toulouse yang baru bergabung setelah final Top 14, termasuk bintang Antoine Dupont.
- Prancis akan menjalani tur tiga pertandingan di Australia, Selandia Baru, dan Jepang pada Juli mendatang.

Prancis resmi mengumumkan 33 pemain yang akan membela Les Bleus pada laga perdana Nations Championship melawan Selandia Baru, Selasa (23/6). Namun, skuad tersebut masih bersifat sementara karena pelatih Fabien Galthie sengaja menyisakan sembilan tempat kosong untuk pemain yang masih berlaga di final Top 14 akhir pekan ini.
Keputusan Galthie memangkas skuad dari 39 pemain yang mengikuti pemusatan latihan menjadi 33 nama menunjukkan strategi adaptif. Ia ingin memastikan pemain kunci seperti Antoine Dupont dan Romain Ntamack—yang membela Toulouse dan Montpellier—dapat bergabung setelah final liga domestik pada 28 Juni. Keduanya dianggap vital untuk mengisi posisi halfback yang menjadi tulang punggung permainan Prancis.
Skuad yang diumumkan juga menandai kembalinya winger Damian Penaud yang absen pada turnamen Six Nations sebelumnya. Selain itu, terdapat tujuh pemain tanpa caps internasional, termasuk lock kelahiran Australia Tom Staniforth dan peraih medali emas Olimpiade rugbi tujuh Aaron Grandidier-Nkanang. Kehadiran mereka menunjukkan upaya regenerasi tim nasional Prancis yang tengah bersiap menghadapi kompetisi global.
Nations Championship edisi perdana ini menjadi ajang uji coba bagi Prancis sebelum Piala Dunia 2027. Tim akan bermarkas di Brisbane, Australia, untuk mempersiapkan diri menghadapi tiga laga berat: melawan Selandia Baru di Christchurch (4 Juli), Australia di Brisbane (11 Juli), dan Jepang di Tokyo (18 Juli).
Bagi penggemar rugbi di Indonesia, perkembangan ini menarik karena menunjukkan bagaimana tim unggulan Eropa memanfaatkan kompetisi baru untuk menguji kedalaman skuad. Nations Championship sendiri dirancang untuk meningkatkan daya saing global, mirip dengan Nations League di sepak bola. Indonesia yang tengah mengembangkan rugbi nasional dapat belajar dari strategi rotasi pemain Prancis yang mengutamakan keseimbangan antara pengalaman dan potensi muda.
Menurut analis rugbi, keputusan Galthie untuk tidak membawa semua pemain inti sejak awal adalah langkah berisiko namun kalkulatif. “Dengan memberi kesempatan pada pemain baru di laga berat, Galthie ingin melihat siapa yang mampu tampil di bawah tekanan,” ujar seorang pengamat olahraga. Namun, ketergantungan pada Dupont dan Ntamack tetap menjadi faktor penentu performa tim.
Ke depan, performa Prancis di Nations Championship akan menjadi indikator kesiapan mereka menghadapi Piala Dunia 2027. Akankah strategi rotasi ini membuahkan hasil, atau justru membuat Les Bleus kehilangan momentum? Publik rugbi dunia menanti jawabannya di lapangan hijau Selandia Baru.



