Kejutan di Belfast: Irlandia Tumbangkan Juara Dunia India di T20
Baca dalam 60 detik
- Irlandia mencatat kemenangan perdana atas India di T20 setelah delapan pertandingan, dengan skor 34 run di Stormont, Belfast.
- Debutan Matthew Hollard dan Jai Moondra menjadi pahlawan tuan rumah dengan masing-masing mengambil tiga dan dua wicket, membatasi India di 148.
- Kemenangan ini mengakhiri dominasi India di semua format selama 12 pertemuan, sekaligus menjadi momentum bagi kriket Irlandia di kancah global.

Irlandia mencatat sejarah baru di dunia kriket setelah mengalahkan juara dunia India dalam pertandingan T20 pertama mereka di Belfast, Jumat (12/8). Tim tuan rumah yang sebelumnya belum pernah menang dalam delapan pertemuan di format pendek itu sukses membungkam tim tamu dengan selisih 34 run di hadapan lebih dari 4.000 penonton yang memadati Stormont.
Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi Irlandia atas India di semua format setelah 12 pertemuan, sekaligus mengakhiri rekor buruk mereka. Padahal, India datang dengan status juara dunia dan membawa sensasi remaja berusia 15 tahun, Vaibhav Sooryavanshi, yang dinantikan debutnya. Namun, India memutuskan untuk tidak memainkannya dan memilih untuk melempar lebih dulu.
Kapten baru Irlandia, Lorcan Tucker, memimpin perlawanan dengan setengah abad (50 dari 36 bola), didukung Gareth Delany yang nyaris mencapai angka yang sama (49 dari 32 bola). Total 182-9 yang mereka cetak menjadi target yang terlalu berat bagi India, meskipun Abhishek Sharma sempat mencetak 50 run dari 20 bola di awal inning.
Kunci keberhasilan Irlandia terletak pada ketenangan mereka saat India memulai dengan cepat. Alih-alih panik, mereka justru mempercayakan bola kepada dua debutan, Matthew Hollard dan Jai Moondra. Hollard, yang lahir di Johannesburg dan baru pindah ke Irlandia pada 2019, tampil gemilang dengan tiga wicket. "Saya tidak pernah menyangka ini. Debut melawan India adalah mimpi yang menjadi kenyataan, saya tidak bisa meminta yang lebih baik," ujarnya kepada TNT Sports.
Bagi Indonesia, kemenangan ini menjadi pengingat bahwa kriket bukan lagi milik negara-negara besar saja. Tim-tim non-tradisional seperti Irlandia, Afganistan, atau bahkan Nepal kini mampu bersaing dengan raksasa. Hal ini membuka peluang bagi Indonesia, yang tengah mengembangkan kriket, untuk bermimpi lebih besar. Federasi Kriket Internasional (ICC) terus mendorong perluasan olahraga ini ke negara-negara baru, dan prestasi Irlandia bisa menjadi inspirasi.
Pertandingan kedua antara kedua tim akan berlangsung di tempat yang sama pada Minggu (14/8). India dipastikan akan berusaha keras membalas kekalahan ini, sementara Irlandia akan mencoba memanfaatkan momentum untuk kembali mengejutkan dunia.



