RAJA Tebar Dividen Rp274 Miliar dan Stock Split 1:5, Sinyal Ekspansi Energi
Baca dalam 60 detik
- PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) membagikan dividen tunai Rp274,17 miliar untuk tahun buku 2025, setara Rp65 per saham, terdiri dari interim dan final.
- Rapat pemegang saham juga menyetujui stock split rasio 1:5 untuk meningkatkan likuiditas dan memperluas basis investor di pasar modal.
- Kinerja keuangan solid dengan pendapatan US$266,7 juta dan laba bersih US$35 juta menjadi fondasi aksi korporasi ini.

PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) mengumumkan pembagian dividen tunai senilai Rp274,17 miliar atau Rp65 per saham untuk tahun buku 2025, setelah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan RUPS Luar Biasa pada Selasa (23/6). Langkah ini menegaskan komitmen emiten energi tersebut dalam memberikan imbal hasil kepada pemegang saham di tengah kinerja keuangan yang solid.
Dividen tersebut terdiri dari dividen interim Rp25 per saham yang telah dibagikan pada 29 Januari 2026, dan dividen final Rp40 per saham yang akan dibayarkan sesuai jadwal. Keputusan ini mendapat dukungan penuh dari pemegang saham, mencerminkan optimisme terhadap prospek bisnis perseroan ke depan.
Selain dividen, RUPSLB menyetujui pemecahan nilai nominal saham (stock split) dengan rasio 1:5, dari Rp25 menjadi Rp5 per saham. Jumlah saham beredar pun melonjak dari 4,22 miliar menjadi 21,13 miliar lembar. Aksi korporasi ini diharapkan meningkatkan likuiditas perdagangan saham RAJA di bursa dan menarik minat investor ritel yang lebih luas.
Kinerja keuangan RAJA sepanjang 2025 menunjukkan pertumbuhan yang solid. Pendapatan perseroan mencapai US$266,7 juta, meningkat 4,8% dibandingkan tahun sebelumnya, sementara laba bersih tercatat US$35 juta, tumbuh 20,3% secara tahunan. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan kontribusi bisnis gas, proyek EPC Ubadari, pengoperasian Fasilitas Kompresor Gas Sengkang, serta kontribusi dari Grup Hafar di sektor offshore EPCI dan shipping.
Direktur Utama RAJA, Djauhar Maulidi, menyatakan bahwa kinerja yang kuat ini menjadi landasan untuk membagikan nilai kepada pemegang saham melalui dividen dan meningkatkan likuiditas saham lewat stock split. "Kami juga terus mempersiapkan generasi kepemimpinan berikutnya untuk memastikan keberlanjutan pertumbuhan jangka panjang," ujarnya dalam keterangan resmi.
Dalam RUPST, pemegang saham juga menyetujui pengangkatan kembali seluruh anggota Direksi dan Dewan Komisaris, serta mengangkat Praba Diwangkara Caraka Putra Soma sebagai Direktur baru. Langkah ini merupakan bagian dari strategi regenerasi kepemimpinan dan penguatan organisasi. Masa jabatan mereka berlaku hingga penutupan RUPST tahun 2029.
RAJA optimistis terhadap prospek industri energi nasional pada 2026. Dengan portofolio bisnis yang terdiversifikasi dari hulu, midstream, hingga hilir, serta inisiatif energi masa depan, perseroan berada di posisi kuat untuk melanjutkan pertumbuhan berkelanjutan. Komitmen terhadap tata kelola perusahaan dan implementasi ESG menjadi pilar utama strategi ke depan.
Bagi investor Indonesia, aksi korporasi RAJA menjadi sinyal positif di tengah dinamika sektor energi. Stock split berpotensi meningkatkan frekuensi transaksi dan memperluas basis investor ritel, sementara dividen yang menarik menambah daya tarik saham ini. Pertanyaan selanjutnya adalah apakah langkah ini akan diikuti emiten energi lain untuk meningkatkan likuiditas dan kepercayaan pasar.



