Ashley Cole Dipecat Cesena Setelah Delapan Laga, Diganti Eks Bintang Serie A
Baca dalam 60 detik
- Cesena memecat Ashley Cole setelah hanya delapan pertandingan sebagai pelatih kepala, dengan rekor satu kemenangan.
- Mantan bek kiri timnas Inggris itu digantikan Alessandro Diamanti, yang minim pengalaman kepelatihan.
- Keputusan ini menimbulkan tanda tanya besar soal arah manajemen klub Serie B yang tengah melakukan restrukturisasi.

Klub Serie B, Cesena, dilaporkan telah memutuskan untuk berpisah dengan pelatih kepala Ashley Cole setelah hanya delapan pertandingan. Mantan bek kiri timnas Inggris itu akan digantikan oleh Alessandro Diamanti, eks bintang Serie A yang baru memiliki pengalaman melatih tim U-23 Melbourne City.
Cole ditunjuk sebagai pelatih kepala pada 15 Maret lalu, menandai peran pertamanya sebagai nahkoda tim utama. Sebelumnya, pria 45 tahun itu hanya menjadi asisten pelatih di tim U-21 Inggris, Everton, Chelsea, Birmingham City, dan tim senior Inggris. Namun, masa baktinya di Cesena berumur pendek. Dalam delapan laga Serie Bโsetara dengan Championship Inggrisโia hanya mampu meraih satu kemenangan, tiga hasil imbang, dan empat kekalahan.
Keputusan ini diambil di tengah gelombang perubahan besar di Cesena. Pada musim panas ini, klub mendatangkan direktur olahraga baru, Andrea Mancini, dari Sampdoria. Mancini, putra dari pelatih legendaris Roberto Mancini, dipercaya untuk merombak struktur tim. Kini, perubahan juga merambah ke kursi pelatih. Menurut laporan Sportitalia, setelah serangkaian pertemuan, Diamanti dipilih sebagai pengganti Cole.
Pilihan ini dianggap cukup mengejutkan. Diamanti, yang kini berusia 43 tahun, hanya memiliki pengalaman melatih tim U-23 Melbourne City dari Juli 2023 hingga November 2025. Sebagai pemain, ia dikenal sebagai gelandang serang yang malang melintang di berbagai klub, seperti West Ham United, Bologna, Fiorentina, Guangzhou Evergrande, dan Western United. Namun, pengalaman kepelatihannya masih sangat minim untuk menangani tim utama di kompetisi sekelas Serie B.
Bagi pengamat sepak bola Italia, langkah Cesena menunjukkan ambisi untuk segera bangkit setelah awal musim yang buruk. Namun, mengganti pelatih yang minim pengalaman dengan pelatih lain yang juga minim pengalaman dianggap sebagai langkah berisiko. Apalagi, Serie B dikenal sebagai liga yang keras dan kompetitif, di mana banyak klub berpengalaman seperti Palermo, Bari, dan Cremonese berlaga.
Di Indonesia, keputusan ini mungkin menarik perhatian karena nama Ashley Cole dan Alessandro Diamanti cukup dikenal. Cole, sebagai legenda Arsenal dan Chelsea, sering menjadi sorotan media Tanah Air. Sementara Diamanti, yang sempat bersinar di Bologna dan Fiorentina, juga memiliki basis penggemar di sini. Namun, yang lebih relevan adalah pelajaran tentang pentingnya pengalaman kepelatihan. Di Liga Indonesia, banyak klub yang kerap berganti pelatih tanpa memberikan waktu yang cukup, mirip dengan apa yang terjadi di Cesena.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah Diamanti mampu membawa Cesena keluar dari zona bawah klasemen. Atau, akankah ia bernasib sama seperti Cole? Dengan jendela transfer yang masih terbuka, Cesena mungkin akan bergerak cepat di bursa pemain untuk memperkuat skuad. Namun, stabilitas di kursi pelatih tetap menjadi kunci.



