Robert Smith Cetak Sejarah Solo Perdana di Billboard Hot 100 Berkat Duet dengan Olivia Rodrigo
Baca dalam 60 detik
- Kolaborasi Robert Smith dan Olivia Rodrigo, "What’s Wrong With Me", langsung menempati posisi 17 Billboard Hot 100—pencapaian solo pertama vokalis The Cure itu.
- Lagu tersebut menjadi bagian dari album Olivia Rodrigo yang sukses besar, debut di puncak Billboard 200 dengan 485.000 unit setara album.
- Di tengah kesibukan tur, Robert Smith mengonfirmasi The Cure tengah menyiapkan dua album baru dengan nuansa yang kontras: satu ceria, satu lagi kelam.

Vokalis legendaris The Cure, Robert Smith, untuk pertama kalinya mencatatkan namanya secara solo di tangga lagu Billboard Hot 100. Pencapaian itu diraih berkat lagu duetnya dengan Olivia Rodrigo, "What’s Wrong With Me", yang langsung debut di peringkat ke-17.
Lagu tersebut merupakan bagian dari album terbaru Olivia Rodrigo, You Seem Pretty Sad for a Girl So in Love, yang dirilis pekan lalu. Album itu langsung melesat ke posisi puncak Billboard 200 dengan total 485.000 unit setara album—menjadikannya minggu pembukaan terbesar kedua pada 2026 setelah album BTS, ARIRANG. Menurut data Luminate, "What’s Wrong With Me" berhasil mengumpulkan 15,5 juta streaming resmi di Amerika Serikat selama pekan pertama perilisannya.
Sebelumnya, Robert Smith telah 14 kali masuk Billboard Hot 100 bersama The Cure antara 1986 dan 1996. Puncak karier mereka di tangga lagu itu adalah lagu "Lovesong" yang bertengger di posisi kedua pada 1989. Kini, sebagai solois, ia akhirnya mengukir sejarah baru.
Kolaborasi ini terbilang istimewa karena Olivia Rodrigo sejak lama mengidolakan The Cure. Dalam wawancara dengan Zane Lowe di Apple Music, ia menceritakan pengalaman menghadiri konser The Cure bersama ayahnya. "Kami berpelukan sambil menyanyikan 'Pictures of You', dan kami menangis. Itu sudah menjadi tradisi keluarga kami—sangat emosional ketika mendengar musik," ujarnya.
Di sisi lain, Robert Smith juga memberikan kabar gembira bagi para penggemar The Cure. Dalam wawancara dengan BBC 6 Music, ia mengonfirmasi bahwa bandnya tengah menyiapkan dua album baru. "Kami merekam materi untuk tiga album. Album kedua sudah selesai dan siap diserahkan ke Universal," katanya. Ia menambahkan bahwa album ketiga memiliki warna yang berbeda. "Yang ketiga ini aneh, sebenarnya. Orang mungkin mengira karena saya bekerja dengan Olivia, tapi tidak sepenuhnya. Album ketiga benar-benar upbeat, sangat pop—versi Cure Pop. Mungkin 20 BPM lebih lambat dari lagu Olivia, tapi dibanding karya kami sebelumnya, ini benar-benar menghentak."
Sementara satu album terdengar lebih cerah, album berikutnya justru sebaliknya. "Album selanjutnya, jika boleh dibilang, lebih suram dari Songs of a Lost World. Cukup gelap... perspektif yang berbeda," jelas Smith. Dua album baru ini dijadwalkan rilis dalam waktu dekat, meski tanggal pastinya belum diumumkan.
Bagi penggemar musik Indonesia, pencapaian Robert Smith ini menjadi pengingat bahwa kolaborasi lintas generasi masih mampu menghasilkan karya yang relevan. Dengan popularitas Olivia Rodrigo yang juga besar di Tanah Air melalui platform streaming, bukan tidak mungkin lagu ini akan masuk dalam daftar putar banyak pendengar lokal. Pertanyaannya, apakah tren kolaborasi semacam ini akan semakin marak di industri musik Indonesia?



