Formula E Siapkan Format Balap Baru 'ePrix Unleashed' di Era Gen 4
Baca dalam 60 detik
- Formula E akan memperkenalkan format balap 'ePrix Unleashed' yang lebih pendek dan agresif mulai musim 2026-27, berbeda dengan balapan reguler yang mengutamakan strategi manajemen energi.
- Mobil Gen 4 yang digunakan mampu melaju hingga 335 km/jam dengan akselerasi 0-100 km/jam dalam 1,8 detik, 50 persen lebih bertenaga dibandingkan Gen 3 Evo.
- Kalender musim depan mencakup 21 putaran di 13 kota, termasuk sirkuit ikonik seperti Brands Hatch, Zandvoort, dan Austin, dengan balapan malam di Jeddah dan Tokyo.

Formula E, ajang balap mobil listrik global, akan menggebrak musim 2026-27 dengan format baru yang dinamakan 'ePrix Unleashed'. Konsep ini mengadopsi model sprint race yang sukses di Formula Satu dan MotoGP, namun dengan durasi yang hanya sekitar sepuluh menit lebih pendek dari balapan reguler. Langkah ini diambil untuk menarik penonton baru dan memberikan variasi tontonan yang lebih spektakuler.
Dalam format unleashed, pembalap tidak perlu terlalu fokus pada manajemen energi dan strategi rumit seperti pada ePrix tradisional. Sebaliknya, mereka bisa memacu mobil dengan tenaga penuh 450 kW dan penggerak empat roda, menampilkan akselerasi serta kecepatan maksimal. CEO Formula E, Jeff Dodds, menggambarkan perbedaan ini sebagai 'permainan catur' versus 'full send'โdua pengalaman balap yang sangat berbeda dalam satu akhir pekan.
Mobil Gen 4 yang akan digunakan memiliki kemampuan luar biasa: kecepatan puncak di atas 335 km/jam, akselerasi 0-100 km/jam dalam 1,8 detik, dan 0-200 km/jam dalam 4,4 detik. Tenaga balapnya 50 persen lebih besar dari Gen 3 Evo, dan rata-rata lebih cepat 10 detik per lap dalam mode kualifikasi. Di sirkuit jalan raya, prediksi waktu putaran bisa lebih cepat 5 detik.
Kalender musim depan menjadi yang terpadat dalam sejarah Formula E, dengan 21 balapan di 13 kota. Musim akan dibuka dengan balapan malam di Jeddah, Arab Saudi (18-19 Desember 2026), dan ditutup di Tokyo (24-25 Juli 2027). Sirkuit baru yang akan dimasuki antara lain Brands Hatch (Inggris), Zandvoort (Belanda), dan Circuit of the Americas di Austin, Texasโsemua dikenal oleh penggemar F1.
Brands Hatch, yang pernah menjadi tuan rumah Grand Prix Inggris F1 antara 1964-1986, diproyeksikan menjadi kandang baru Formula E di Inggris. Dodds optimistis sirkuit ini bisa menjadi 'amfiteater' yang ramai dan penuh, menggantikan balapan sebelumnya di London. Meskipun aksesnya lebih bergantung pada mobil, Dodds mengklaim jejak karbon dapat diimbangi dengan pengurangan logistik dan struktur sementara.
Bagi Indonesia, perkembangan Formula E ini membuka peluang untuk menyaksikan evolusi teknologi balap listrik yang semakin mendekati performa mobil bensin. Dengan kecepatan dan akselerasi yang fantastis, ajang ini bisa menjadi alternatif tontonan yang menarik, terutama jika suatu hari Indonesia kembali menjadi tuan rumah. Namun, tantangan infrastruktur dan investasi masih menjadi pekerjaan rumah.
Pertanyaannya, akankah format unleashed dan mobil Gen 4 mampu membawa Formula E ke level popularitas yang setara dengan F1? Atau justru akan menjadi tontonan niche yang hanya dinikmati segelintir penggemar? Waktu yang akan menjawab, namun satu hal pasti: balapan listrik tidak akan pernah sama lagi.



