Aspinall Kembali Latihan Penuh Usai Operasi Mata, Siap Hadapi Gane di Perebutan Sabuk UFC
Baca dalam 60 detik
- Tom Aspinall mengumumkan dirinya telah pulih total dan kembali berlatih penuh setelah menjalani operasi pada kedua matanya akibat cedera langka pasca duel kontroversial dengan Ciryl Gane.
- Pertarungan ulang antara Aspinall dan Gane kian mendekati kenyataan setelah Gane merebut gelar interim UFC kelas berat, memicu negosiasi dengan pihak UFC untuk laga unifikasi.
- Promotor tinju Eddie Hearn menyarankan Aspinall untuk tidak menerima pertarungan ulang tersebut di bawah kontrak UFC saat ini, menyoroti persoalan kompensasi yang masih menjadi isu sensitif di kalangan petarung.

Tom Aspinall, juara kelas berat UFC asal Inggris, mengonfirmasi dirinya telah kembali menjalani latihan penuh untuk pertama kalinya pascaoperasi pada kedua matanya. Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa pertarungan ulang melawan Ciryl Gane, yang sempat tertunda akibat insiden kontroversial, kini memasuki babak baru.
Petarung berusia 33 tahun itu terakhir kali bertarung pada Oktober tahun lalu. Dalam laga pertahanan gelar perdananya, Aspinall harus menerima hasil no contest setelah Gane berkali-kali menusuk matanya, membuatnya tak mampu melanjutkan pertandingan. Cedera tersebut menyebabkan Aspinall mengalami kondisi mata langka dan penglihatan ganda yang menetap, hingga akhirnya ia menjalani operasi awal tahun ini.
Kabar pemulihan Aspinall muncul tak lama setelah Gane sukses mengalahkan Alex Pereira dari Brasil dalam ajang UFC White House awal bulan ini. Kemenangan itu mengantarkan Gane merebut sabuk juara interim kelas berat, dan ia langsung menantang Aspinall untuk laga unifikasi. “Saya kembali berlatih penuh untuk pertarungan melawan Ciryl Gane dan kami sedang dalam pembicaraan dengan UFC,” tulis Aspinall di akun X miliknya.
Namun, jalan menuju pertarungan ulang itu tak sepenuhnya mulus. Promotor tinju terkenal Eddie Hearn, yang menandatangani kesepakatan komersial dan konsultasi dengan Aspinall, pekan lalu menyatakan akan menyarankan petarung asal Inggris itu untuk menolak rematch dengan Gane di bawah kontrak UFC saat ini. Pernyataan Hearn menyoroti isu kompensasi yang kerap menjadi keluhan para petarung UFC. Aspinall sendiri mengaku telah menerima kontraknya, namun berupaya memaksimalkan pendapatan dari luar oktagon.
Ketegangan antara kedua petarung kian memanas. Usai pertarungan pertama, Aspinall menuduh Gane sebagai “cheat” atau penipu. Gane hanya menanggapi singkat, “itu opininya.” Aspinall juga menuduh Gane menggunakan pukulan ilegal saat mengalahkan Pereira—tuduhan yang didukung oleh Pereira sendiri—namun wasit Herb Dean membela kepemimpinannya dalam pertarungan tersebut.
Bagi penggemar MMA di Indonesia, duel ulang ini menjadi salah satu yang paling dinanti. Gaya bertarung agresif Aspinall yang mengandalkan penyelesaian cepat berpadu dengan teknik Gane yang lincah dan pengalaman melawan petarung top seperti Francis Ngannou dan Jon Jones. Laga ini diprediksi akan menjadi puncak persaingan kelas berat UFC, sekaligus menentukan siapa yang layak menyandang gelar tak terbantahkan.
Dengan Aspinall yang kembali pulih dan Gane yang tengah berada di puncak performa, pertanyaan besarnya kini adalah: akankah UFC segera mengumumkan jadwal pertarungan, atau justru persoalan kontrak dan kompensasi akan kembali menghambat realisasi duel yang sudah lama dinantikan ini?



