Serena Williams Kembali ke Wimbledon: Comeback di Usia 44 Lawan Petenis Muda Australia
Baca dalam 60 detik
- Serena Williams, 44 tahun, akan memulai comeback tunggal putri Wimbledon 2025 setelah absen sejak 2022, menghadapi Maya Joint yang sedang dalam performa buruk.
- Undian menempatkan Williams di bagian yang sama dengan juara bertahan Iga Swiatek, membuka peluang duel sengit di babak ketiga jika ia melewati dua ronde awal.
- Emma Raducanu, unggulan 30, menghadapi masalah cedera tulang kering yang mengancam partisipasinya, sementara Swiatek akan memulai pertahanan gelar melawan Taylor Townsend.

Serena Williams, legenda tenis dengan 23 gelar Grand Slam tunggal, akhirnya mengonfirmasi langkah comeback-nya di Wimbledon 2025. Petenis Amerika berusia 44 tahun itu akan memulai perjuangan di babak pertama melawan Maya Joint, petenis Australia peringkat 53 dunia, dalam laga yang dijadwalkan berlangsung Selasa pekan depan.
Keputusan Williams untuk kembali ke lapangan rumput All England Club setelah absen sejak US Open 2022 mengejutkan banyak pihak. Dengan status wildcard, ia berpotensi menghadapi lawan berat sejak awal, namun undian justru mempertemukannya dengan Jointโpetenis berusia 20 tahun yang baru memenangkan satu dari 14 pertandingan terakhirnya. Ini menjadi peluang emas bagi Williams untuk meraih kemenangan comeback yang manis.
Menariknya, Williams berada di bagian undian yang sama dengan juara bertahan Iga Swiatek. Jika berhasil melewati ronde pertama dan kemungkinan menghadapi unggulan 29 Alexandra Eala di babak kedua, Williams berpotensi bertemu Swiatek di babak ketiga. Skenario ini langsung menjadi sorotan utama turnamen, mengingat status Swiatek sebagai petenis nomor satu dunia yang tengah dalam performa puncak.
Sementara itu, petenis tuan rumah Emma Raducanu, unggulan 30, dihadapkan pada masalah cedera. Ia dijadwalkan melawan Antonia Ruzic dari Kroasia, namun absen latihan pada Kamis karena cedera tulang kering menimbulkan keraguan akan kesiapannya. Jika lolos, Raducanu berpotensi bertemu unggulan teratas Aryna Sabalenka di babak ketigaโreplay pertemuan mereka tahun lalu yang berakhir dengan kekalahan Raducanu.
Dari sisi turnamen, undian putri kali ini menyajikan narasi yang kaya: kembalinya legenda, ancaman cedera pada bintang muda, dan dominasi Swiatek yang ingin mempertahankan mahkota. Bagi penggemar tenis Indonesia, momen Williams kembali ke Wimbledon selalu menjadi tontonan kelas dunia yang menginspirasi, terutama di tengah minimnya wakil Asia di turnamen grand slam. Meski tidak ada petenis Indonesia yang berlaga, atmosfer comeback Williams tetap relevan sebagai pengingat bahwa usia bukanlah halangan untuk bersaing di level tertinggi.
Pertanyaan besarnya kini: mampukah Williams melewati rintangan demi rintangan dan kembali berjaya di panggung yang pernah ia kuasai? Ataukah waktu telah berbicara lain? Jawabannya akan mulai terungkap saat ia melangkah ke Centre Court Selasa mendatang.



