Banjir Kembali Landa Surabaya: 16 Titik Terendam, Empat Lokasi Masih Bertahan
Baca dalam 60 detik
- Hujan deras sejak dini hari menyebabkan 16 titik di Surabaya tergenang banjir dengan ketinggian hingga 60 cm, dan empat lokasi belum surut hingga siang.
- BPBD Surabaya mencatat genangan terparah di Simo Kalangan, sementara empat pohon tumbang dan satu rumah rusak akibat cuaca ekstrem.
- Kejadian ini merupakan banjir kedua dalam dua hari, dengan 17 titik terendam sehari sebelumnya, menandakan kerentanan infrastruktur drainase kota.

Hujan deras yang mengguyur Surabaya sejak Selasa (23/6) dini hari memicu banjir di 16 titik, dengan empat lokasi masih terendam hingga menjelang siang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya mencatat genangan pertama muncul pukul 02.34 WIB di Kecamatan Benowo, dan ketinggian air bervariasi antara 10 hingga 60 sentimeter.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Surabaya, Linda Novanti, mengungkapkan bahwa dari total 16 titik genangan, 12 di antaranya sudah surut. Empat lokasi yang masih bertahan hingga pukul 11.00 WIB adalah Jalan Nginden Intan Timur, Jalan Taman Panjang Jiwo Permai, Jalan Manyar Rejo, dan Jalan Raya Pandugo. "Penanganan dilakukan melalui penyedotan oleh DSDABM dan DPKP, sementara TRC BPBD terus melakukan monitoring ketinggian air di setiap titik kejadian," jelas Linda.
Banjir terparah tercatat di Jalan Simo Kalangan, Sukomanunggal, dengan ketinggian mencapai 60 sentimeter. Sejumlah titik lain seperti Jalan Taman Panjang Jiwo Permai, Jalan Imam Bonjol, kawasan Ngagel Kebonsari, RSIA Kendangsari, dan Jalan Raya Pandugo juga mengalami genangan setinggi 50 sentimeter. Genangan tersebar di sepuluh kecamatan, termasuk Benowo, Sukolilo, Tenggilis Mejoyo, Wonokromo, Sukomanunggal, Tegalsari, Gubeng, Rungkut, Wiyung, dan Gunung Anyar, dengan beberapa lokasi berada di sekitar fasilitas publik seperti rumah sakit.
Selain banjir, cuaca ekstrem juga menyebabkan empat pohon tumbang di berbagai lokasi, seperti Jalan Diponegoro Tegalsari, Jalan T.A.I.S. Nasution Genteng, Jalan Pagesangan Agung Baru Jambangan, dan Jalan Wiguna II Gunung Anyar. Jenis pohon yang tumbang meliputi tabebuya, nangka, sengon, dan trembesi dengan tinggi 5 hingga 20 meter. Petugas gabungan BPBD dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) telah menangani seluruh kejadian tersebut. Satu rumah di Jalan Kalijudan, Mulyorejo, dilaporkan mengalami kerusakan atap yang ambruk menimpa kamar tidur dan ruang tamu. Satu keluarga dengan lima jiwa terdampak, namun tidak ada korban jiwa. "Untuk pemasangan terpal tidak bisa dilakukan karena rangka atap sudah lapuk. Namun rumah masih bisa ditempati di bagian belakang. Untuk perbaikan, rencananya akan didaftarkan ke program rutilahu oleh pihak kelurahan," tambah Linda.
Banjir ini merupakan kejadian kedua dalam dua hari. Sehari sebelumnya, Senin (22/6), hujan deras sejak subuh menyebabkan 17 titik di Surabaya terendam banjir dengan genangan tertinggi setengah meter. Penanganan saat itu terkendala pasang air laut yang menghambat pemompaan. Kondisi ini mengindikasikan bahwa sistem drainase kota masih belum mampu menampung debit air hujan yang tinggi secara beruntun. Menurut Linda, seluruh genangan dipicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang terjadi sejak dini hari. Petugas BPBD bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) terus melakukan penyedotan air dan pemantauan di lokasi terdampak.
Ke depan, pemerintah kota perlu mengevaluasi kapasitas infrastruktur pengendali banjir, terutama di titik-titik langganan genangan seperti Simo Kalangan dan Nginden Intan Timur. Apakah perbaikan drainase dan normalisasi sungai akan menjadi prioritas sebelum musim hujan puncak tiba?



