Yangon Pasang 47.000 Lampu Jalan Tenaga Surya untuk Tekan Kriminalitas
Baca dalam 60 detik
- Pemerintah Wilayah Yangon mengalokasikan dana fiskal 2026β2027 untuk pengadaan dan pemasangan lampu jalan tenaga surya guna mendukung patroli malam hari.
- Sebanyak 5 persen dari total 47.062 lampu jalan di 14 distrik akan diganti setiap tahun, dengan prioritas pada jalan utama yang belum memiliki penerangan.
- Anggota parlemen setempat menilai perbaikan dan penambahan lampu jalan dapat mengurangi potensi kejahatan dan memperkuat penegakan hukum di kawasan perkotaan.

Pemerintah Wilayah Yangon, Myanmar, berencana membeli dan memasang lampu jalan bertenaga surya pada tahun fiskal 2026β2027 menggunakan dana pemerintah daerah. Langkah ini diambil untuk meningkatkan visibilitas malam hari sekaligus mendukung operasi penegakan hukum di kawasan perkotaan yang selama ini minim penerangan.
Pengumuman tersebut disampaikan dalam sidang kedua parlemen daerah Yangon pada 23 Juni lalu. Menteri Wilayah untuk Listrik, Energi, Industri, dan Transportasi, Dr. Myo Thaw, menjawab pertanyaan dari anggota parlemen U Thein Naing yang mewakili konstituensi Kyauktada No. 1. U Thein Naing menyoroti perlunya pemasangan lampu baru dan penggantian lampu rusak di seluruh wilayah.
Menurut data terbaru, Wilayah Yangon memiliki 47.062 lampu jalan yang tersebar di 14 distrik, termasuk 7.230 lampu yang berada di median jalan. Namun, masih banyak ruas jalan utama yang belum memiliki penerangan memadai, terutama di kawasan pinggiran. Pemerintah daerah berkomitmen mengganti sekitar 5 persen lampu jalan setiap tahun melalui alokasi anggaran rutin.
Dr. Myo Thaw menjelaskan bahwa Perusahaan Pasokan Listrik Yangon (YESC) akan memasang lampu jalan di setiap kotapraja berdasarkan ketersediaan anggaran tahunan. Prioritas diberikan pada jalan-jalan utama dan arteri yang sama sekali belum memiliki penerangan. Selain pemasangan baru, YESC juga akan mengganti bola lampu yang rusak dan memperbaiki lampu yang masih bisa difungsikan setiap tahun fiskal.
Anggota parlemen U Thein Naing menekankan bahwa perbaikan dan pemasangan lampu jalan memiliki dampak langsung terhadap keamanan. βJika lampu jalan yang rusak di beberapa kotapraja dan lingkungan di Wilayah Yangon diperbaiki, dan penerangan dipasang di area yang tidak memiliki lampu jalan, hal itu akan membantu mengurangi potensi kejahatan dan lebih memperkuat penegakan hukum,β ujarnya dalam sidang.
Langkah Yangon ini menarik perhatian karena menggunakan energi surya sebagai solusi penerangan jalan. Di tengah krisis listrik yang masih melanda Myanmar, lampu tenaga surya menawarkan alternatif yang lebih mandiri dan ramah lingkungan. Bagi Indonesia, inisiatif serupa bisa menjadi referensi bagi pemerintah daerah yang ingin meningkatkan keamanan perkotaan sekaligus menghemat biaya listrik. Beberapa kota di Indonesia, seperti Surabaya dan Bandung, sudah mulai mengadopsi lampu jalan tenaga surya, namun skalanya masih terbatas.
Ke depan, efektivitas program ini akan bergantung pada konsistensi anggaran dan perawatan berkala. Dengan jumlah lampu mencapai puluhan ribu, tantangan terbesar justru terletak pada pemeliharaan jangka panjang. Apakah pemerintah Yangon mampu menjaga agar seluruh lampu tetap berfungsi optimal, atau justru akan kembali menghadapi masalah lampu mati seperti sebelumnya? Jawabannya akan terlihat dalam beberapa tahun ke depan.



