Juve Kunci Kesepakatan Personal dengan Lucumí, Bologna Masih Jadi Batu Sandungan
Baca dalam 60 detik
- Bek Kolombia Jhon Lucumí sepakat dengan tawaran kontrak lima tahun dari Juventus, meski Nottingham Forest menawarkan gaji lebih tinggi.
- Bologna membanderol pemainnya minimal €25 juta, tetapi posisi tawar mereka melemah karena kontrak Lucumí tersisa sepuluh bulan.
- Kesepakatan bisa terwujud jika Juventus memasukkan Juan Cabal sebagai bagian dari negosiasi, dengan harapan klub Turin segera mengamankan bek incaran Spalletti.

Juventus dilaporkan telah mencapai kesepakatan prinsip dengan Jhon Lucumí, membuka jalan bagi transfer bek Bologna tersebut ke Turin. Meski sempat diincar klub-klub Inggris, pemain asal Kolombia itu dikabarkan tetap menjadikan Bianconeri sebagai prioritas utama.
Menurut laporan Tuttosport, Lucumí telah menyetujui kontrak berdurasi lima tahun dengan nilai €2,5 juta per musim ditambah bonus. Menariknya, tawaran tersebut lebih rendah dibandingkan yang disiapkan Nottingham Forest, yang disebut mampu memberikan penghasilan bersih lebih tinggi sekitar €1 juta per tahun. Namun, daya tarik bermain di klub besar, tampil di kompetisi Eropa, dan bertahan di Serie A dinilai lebih berarti bagi pemain berusia 26 tahun itu daripada sekadar nominal gaji.
Keputusan Lucumí untuk memilih Juventus tidak lepas dari kegigihan manajemen klub, yang sejak awal menunjukkan keseriusan. Di sisi lain, minat dari Chelsea dan Manchester United yang baru sebatas penjajakan tidak cukup menggoyahkan niat sang pemain. Situasi ini menjadi sinyal positif bagi pasukan Thiago Motta yang tengah membangun kembali skuad mereka.
Meski demikian, negosiasi belum tuntas. Bologna, klub pemilik Lucumí, masih menjadi pihak yang paling sulit diajak berunding. Pelatih tim nasional Italia, Luciano Spalletti, disebut menjadikan bek tangguh ini sebagai prioritas setelah penampilannya yang impresif di Piala Dunia, termasuk sukses meredam pergerakan Cristiano Ronaldo. Kontak antara Juventus dan Bologna pun sudah berjalan, tetapi belum mencapai kata sepakat.
Bologna menilai Lucumí layak dihargai minimal €25 juta. Angka ini muncul setelah klausul pelepasannya senilai €28 juta berakhir pada pertengahan Juli. Namun, karena kontrak pemain hanya tersisa sepuluh bulan, Bologna tidak bisa mematok harga terlalu tinggi. Mereka menghadapi risiko kehilangan bek andalannya secara gratis pada musim panas mendatang jika tidak segera melepasnya sekarang.
Juventus sendiri sempat mengajukan tawaran awal €17 juta yang langsung ditolak. Kini, mereka bersiap mengajukan pendekatan baru dengan kemungkinan memasukkan Juan Cabal, rekan senegara Lucumí, sebagai bagian dari kesepakatan. Dengan dukungan penuh dari pemain, optimisme mulai tumbuh di Turin bahwa transfer ini bisa segera terwujud.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, kabar ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub-klub Eropa berlomba mendapatkan pemain berkualitas dengan strategi negosiasi yang cermat. Keputusan Lucumí menolak tawaran lebih tinggi demi ambisi olahraga bisa menjadi pelajaran bagi pemain Indonesia yang bermimpi berkarier di Eropa: bukan hanya uang yang menentukan, tetapi juga proyek jangka panjang dan panggung kompetisi.
Ke depan, pertanyaannya adalah apakah Juventus mampu memenuhi permintaan Bologna tanpa melebihi batas anggaran mereka. Dengan kondisi keuangan yang masih dipantau ketat, keberhasilan transfer ini akan menjadi ujian bagi kemampuan manajemen klub dalam bernegosiasi. Jika gagal, bukan tidak mungkin Lucumí akan bertahan di Bologna hingga kontraknya habis, lalu hengkang dengan status bebas transfer—sebuah skenario yang tentu tidak diinginkan kedua belah pihak.



