EA PHK Lagi, 55 Miliar Dolar Akuisisi Saudi Masih Menggantung
Baca dalam 60 detik
- Electronic Arts kembali melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) yang menyasar karyawan di AS dan India, khususnya di divisi IT, dukungan pelanggan, rekrutmen, dan keamanan.
- Langkah ini diambil di tengah proses akuisisi senilai 55 miliar dolar AS oleh Dana Investasi Publik Arab Saudi yang belum rampung, menimbulkan spekulasi tentang restrukturisasi besar-besaran.
- PHK kali ini tidak menyentuh tim pengembangan game, namun berpotensi memengaruhi kualitas layanan pendukung yang vital bagi ekosistem game global, termasuk pasar Indonesia.

Electronic Arts (EA) kembali melakukan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang mengejutkan industri game. Menurut laporan Kotaku dan Insider Gaming, PHK terbaru ini menyasar karyawan di Amerika Serikat yang bekerja jarak jauh dan sejumlah staf di India. Jumlah pasti karyawan yang terdampak belum diungkapkan, namun langkah ini menambah daftar panjang PHK di perusahaan game raksasa sepanjang tahun ini.
Yang menarik, PHK kali ini tidak menyentuh tim pengembangan gameโpara pengembang inti yang menciptakan judul-judul populer seperti FIFA, Battlefield, dan The Sims. Sebaliknya, pemangkasan terjadi di divisi IT, dukungan pelanggan, rekrutmen, dan keamanan. Dalam memo internal, manajemen EA menyatakan keputusan ini diambil untuk โmenyesuaikan metode kerja kami agar lebih memenuhi kebutuhan penggemar yang terus berubah.โ
Konteks yang tak bisa diabaikan adalah akuisisi EA oleh Dana Investasi Publik Arab Saudi (PIF) senilai 55 miliar dolar AS. Kesepakatan yang diumumkan tahun lalu itu belum final, namun PHK ini bisa menjadi bagian dari restrukturisasi yang diisyaratkan oleh calon pemilik baru. PIF, yang juga memiliki saham di perusahaan game lain seperti Activision Blizzard dan Take-Two, tengah gencar membangun portofolio game global. Langkah efisiensi di EA mungkin merupakan sinyal awal perubahan strategi di bawah kepemilikan baru.
Bagi pasar game Indonesia, PHK di EA menimbulkan kekhawatiran tersendiri. EA adalah salah satu penerbit game terbesar yang produknya sangat populer di Tanah Air, terutama seri FIFA (kini EA Sports FC) dan Battlefield. Pemangkasan di divisi dukungan pelanggan berpotensi memperlambat respons terhadap keluhan pemain Indonesia, sementara pengurangan staf keamanan bisa berdampak pada perlindungan data pengguna. Meski tim pengembang tidak tersentuh, kualitas layanan purna jual sering kali menjadi faktor loyalitas pemain.
โPHK di divisi pendukung seperti IT dan customer support bisa mengindikasikan bahwa EA ingin merampingkan operasi non-inti, namun risiko terhadap pengalaman pengguna tetap ada,โ ujar seorang analis industri game yang enggan disebut namanya. โJika akuisisi Saudi rampung, kita mungkin akan melihat perubahan lebih besar dalam prioritas bisnis EA, termasuk fokus pada pasar Timur Tengah dan Asia.โ
Ke depannya, pertanyaan besar adalah apakah PHK ini akan berhenti di sini atau menjadi awal dari gelombang pemangkasan yang lebih luas. Dengan nilai akuisisi yang sangat besar, tekanan untuk mencapai profitabilitas tinggi pasti akan membayangi langkah EA. Bagi para gamer Indonesia, yang terpenting adalah memastikan bahwa game favorit mereka tetap mendapat dukungan penuh, terlepas dari gejolak di balik layar perusahaan.



