Valve Umumkan Harga Steam Machine: Rp 18 Juta hingga Rp 25 Juta, Pre-order Terbatas
Baca dalam 60 detik
- Valve resmi merilis banderol Steam Machine, konsol gaming berbasis PC, mulai โฌ1.039 (sekitar Rp 18,4 juta) untuk varian 512 GB.
- Pelanggan hanya punya waktu hingga 25 Juni untuk mendaftar pre-order; setelah itu pesanan masuk antrean belakang.
- Varian 2 TB dibanderol โฌ1.359 (Rp 24,1 juta) dengan panel depan tambahan berbahan kain merah dan kayu walnut.

Valve akhirnya mengonfirmasi harga resmi Steam Machine, konsol gaming yang selama ini dinanti-nanti. Perangkat tersebut dibanderol mulai โฌ1.039 atau setara Rp 18,4 juta untuk varian penyimpanan 512 GB. Angka ini membuat Steam Machine langsung masuk kategori barang premium di pasar perangkat gaming.
Konsumen yang berminat hanya memiliki waktu terbatas hingga 25 Juni untuk mendaftar pre-order. Setelah tanggal tersebut, Valve akan menempatkan semua pesanan baru di urutan paling belakang dalam antrean produksi. Langkah ini memberi tekanan bagi calon pembeli untuk segera memutuskan, terutama di tengah persaingan ketat konsol dari Sony dan Microsoft.
Selain varian dasar, Valve juga menawarkan opsi penyimpanan 2 TB seharga โฌ1.359 (Rp 24,1 juta). Kedua versi dapat dibeli bersama Steam Controller dengan tambahan biaya sekitar โฌ69 (Rp 1,2 juta). Menariknya, varian 2 TB mendapatkan bonus panel depan yang dapat diganti, tersedia dalam dua pilihan: kain merah dan finishing kayu walnut. Spesifikasi teknis lainnya identik, hanya kapasitas penyimpanan yang membedakan.
Bagi pasar Indonesia, harga tersebut terbilang sangat tinggi. Dengan kurs saat ini, konsol termurah Steam Machine setara dengan tiga kali lipat harga PlayStation 5 atau Xbox Series X. Namun, keunggulan Steam Machine terletak pada akses ke seluruh pustaka game Steam, termasuk judul-judul eksklusif PC yang tidak tersedia di konsol lain. Hal ini bisa menjadi daya tarik bagi gamer hardcore yang menginginkan fleksibilitas PC dalam bentuk konsol.
Menurut analis industri, Valve sengaja menargetkan segmen pengguna yang menginginkan performa tinggi dan tidak terlalu sensitif terhadap harga. Meski demikian, harga yang mendekati PC gaming rakitan bisa menjadi batu sandungan. Di Indonesia, komunitas gamer masih menunggu kepastian ketersediaan dan dukungan garansi resmi, mengingat Valve tidak memiliki kehadiran langsung di tanah air.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah Steam Machine mampu merebut pangsa pasar dari konsol tradisional atau justru menjadi barang kolektor semata. Dengan batas pre-order yang ketat, Valve tampaknya sengaja menciptakan rasa urgensi untuk mengukur minat global. Keputusan konsumen dalam dua pekan ke depan akan menjadi indikator awal kesuksesan perangkat ini.



