DeXe Melonjak 60% dalam Sehari: Aksi Short Squeeze di Tengah Pasar Bearish
Baca dalam 60 detik
- Harga token DeXe melesat 60% dalam 24 jam ke level $21,57, didorong oleh aksi short squeeze akibat ketimpangan suku bunga pendanaan antar bursa.
- Volume perdagangan melonjak 500% menjadi $118 juta, sementara kapitalisasi pasar menembus $1,86 miliar, menandakan tekanan beli yang kuat.
- Kenaikan ini lebih dipicu oleh likuidasi posisi short yang berlebihan daripada fundamental proyek, sehingga risiko koreksi tetap terbuka jika suku bunga normal kembali.

Harga token DeXe (DEXE) melonjak sekitar 60 persen dalam 24 jam terakhir, menembus level $21,57 di tengah pelemahan pasar kripto secara umum. Lonjakan ini bukan berasal dari kabar fundamental baru, melainkan dari aksi short squeeze masif yang dipicu oleh ketimpangan suku bunga pendanaan (funding rate) antar bursa.
Data pasar menunjukkan volume perdagangan DeXe meroket 500 persen menjadi $118 juta dalam periode yang sama, sementara kapitalisasi pasarnya melampaui $1,86 miliar. Fenomena ini terjadi ketika para pedagang di Bybit membanjiri posisi short, sementara di Binance justru ramai posisi long. Akibatnya, terjadi celah suku bunga pendanaan yang ekstrem hingga mencapai 203 persen APR, menciptakan tekanan luar biasa bagi para penjual pendek.
Menurut analis pasar, kenaikan ini merupakan contoh klasik dari token dengan pasokan beredar rendah (low-float) yang mengalami short squeeze brutal. โPergerakan ini lebih tentang pemaksaan penutupan posisi yang terlalu leveraged daripada perubahan fundamental,โ ujar seorang analis yang enggan disebut namanya. Harga DeXe berhasil menembus level resistensi Fibonacci 23,6 persen di $21,44, yang sebelumnya menjadi zona resistance kuat. Konfirmasi breakout ini diperkuat oleh lonjakan volume beli spot yang signifikan.
Meskipun momentum saat ini kuat, para analis memperingatkan bahwa kenaikan ini dibangun di atas fondasi yang rapuh, yaitu derivatif. Jika suku bunga pendanaan kembali normal, tekanan short squeeze bisa menguap dan memicu koreksi menuju zona $18,50 hingga $16,00. Level $20 kini menjadi support kritis; penutupan di bawah level tersebut akan menandakan bahwa aksi squeeze telah berakhir dan aksi ambil untung dimulai.
Di sisi lain, data menunjukkan bahwa token DeXe mulai berpindah dari bursa ke dompet pribadi, mengindikasikan akumulasi spot. Hal ini, dikombinasikan dengan short squeeze, menciptakan setup yang konstruktif untuk kenaikan lebih lanjut. Target berikutnya adalah resistensi $23,20, seperti yang dicatat oleh para analis teknikal.
Bagi investor Indonesia, fenomena ini mengingatkan pada volatilitas tinggi aset kripto berkapitalisasi kecil yang kerap dipengaruhi oleh spekulasi leverage. Meski peluang cuan menggiurkan, risiko koreksi tajam juga mengintai, terutama jika aksi ambil untung massal terjadi. Otoritas terkait di Indonesia terus mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap perdagangan aset kripto yang sangat fluktuatif dan tidak memiliki underlying fundamental yang kuat.
Ke depan, pergerakan DeXe akan sangat bergantung pada apakah permintaan spot mampu menggantikan aliran dana leveraged. Jika support $20 bertahan, struktur pasar berpotensi beralih dari fase korektif ke tren naik baru. Namun, jika gagal, koreksi ke level yang lebih dalam tidak bisa dihindari. Pertanyaan besarnya: akankah rotasi modal spekulatif ke altcoin berisiko tinggi ini berlanjut, atau justru menjadi puncak sementara sebelum aksi jual besar-besaran?



