GRAM Melonjak 6% Usai Listing di Bybit, Robinhood Ikut Membuka Akses Perdagangan
Baca dalam 60 detik
- Harga GRAM naik 6% menjadi $1,73 setelah resmi tercatat di bursa Bybit, menguat di tengah pelemahan pasar kripto secara umum.
- Volume perdagangan harian melonjak 76,92% pasca-listing, menunjukkan peningkatan likuiditas dan minat investor yang signifikan.
- Robinhood kini juga mendukung perdagangan GRAM tanpa biaya komisi, membuka akses ke lebih dari 23 juta pengguna terdaftar.

Harga token GRAM, yang sebelumnya dikenal sebagai Toncoin, mencatat kenaikan 6% ke level $1,73 pada Selasa (22/6) โ sebuah pergerakan yang kontras dengan mayoritas aset kripto yang justru tertekan. Lonjakan ini dipicu oleh pencatatan resmi di bursa Bybit, sebuah langkah yang langsung memperluas akses dan meningkatkan sentimen pasar.
Efek listing di bursa besar seperti Bybit terbukti menjadi katalis fundamental bagi GRAM. Dalam 24 jam setelah pengumuman, volume perdagangan harian token ini meroket 76,92%, menandakan masuknya modal segar dan meningkatnya minat investor. Yang menarik, pergerakan GRAM justru terlepas dari tekanan Bitcoin yang turun 2,18% pada hari yang sama, menunjukkan adanya alpha spesifik-koin yang kuat.
Fenomena ini lazim terjadi: pencatatan di bursa baru biasanya meningkatkan aksesibilitas, menarik investor baru, dan menciptakan momentum sosial positif. Namun, dalam kasus GRAM, kenaikan harga hampir sepenuhnya didorong oleh satu katalis yang jelas, tanpa dukungan signifikan dari data derivatif, rotasi sektor, atau arus on-chain besar. Dengan kata lain, pergerakan ini masih rapuh dan sangat bergantung pada keberlanjutan minat pasca-listing.
Dari sisi teknikal, GRAM kini menghadapi resistance di level $1,72, yang merupakan swing high sebelumnya. Jika tekanan beli dari listing Bybit bertahan dan harga mampu bertahan di atas support $1,66 (level retracement Fibonacci 61,8%), peluang untuk menguji kembali $1,72 cukup terbuka. Sebaliknya, penutupan harian di bawah $1,66 akan membatalkan struktur bullish jangka pendek dan berpotensi membawa harga menguji swing low di $1,62.
Kabar positif lainnya datang dari Robinhood, platform perdagangan ritel raksasa yang kini telah menambahkan perdagangan spot GRAM. Lebih dari 23 juta akun yang didanai di Robinhood kini dapat membeli, menjual, dan menyimpan GRAM tanpa biaya komisi, lengkap dengan dukungan dompet untuk deposit dan penarikan. Langkah ini merupakan bagian dari ekspansi kripto Robinhood yang berhati-hati namun agresif, serta menandakan pendekatan kepatuhan yang ketat dalam memilih aset yang dilisting.
Bagi investor di Indonesia, perkembangan ini membuka peluang baru. GRAM, yang sebelumnya kurang likuid di bursa lokal, kini memiliki jalur akses yang lebih luas melalui platform global. Namun, perlu diingat bahwa volatilitas pasca-listing bisa tinggi, dan momentum positif bisa memudar jika hype tidak diikuti oleh adopsi fundamental. Pertanyaan besarnya adalah: akankah likuiditas baru ini bertahan menjadi permintaan jangka panjang, atau hanya sekadar euforia sesaat?



