Arsenal Rekrut ‘Mini Saka’ dari Leicester, Remaja 16 Tahun Berpotensi Besar
Baca dalam 60 detik
- Arsenal memenangi persaingan merekrut Jeremy Monga, pemain sayap 16 tahun dari Leicester City, dengan nilai kompensasi mencapai £15 juta.
- Monga disebut sebagai versi mini Bukayo Saka karena gaya bermainnya yang lincah, kuat dalam menggiring bola, dan mampu bermain di kedua sisi sayap.
- Langkah ini menjadi bagian dari strategi Arsenal memperkuat sayap kiri sekaligus investasi jangka panjang setelah performa inkonsisten Trossard dan Martinelli.

Arsenal dikabarkan telah memenangi persaingan untuk mendapatkan tanda tangan Jeremy Monga, pemain sayap muda Leicester City yang baru berusia 16 tahun. Klub asal London Utara itu disebut-sebut akan membayar kompensasi antara £10 juta hingga £15 juta untuk memboyong remaja yang sudah mencatatkan debut di Premier League pada usia 15 tahun tersebut.
Menurut laporan TEAMtalk, Monga telah menyatakan Arsenal sebagai tujuan utamanya, mengalahkan minat dari Manchester United dan Chelsea. Keputusan ini membuka jalan bagi direktur olahraga Arsenal, Andrea Berta, untuk merundingkan biaya transfer dengan Leicester. Monga sendiri akan menandatangani kontrak profesional pertamanya di King Power Stadium sebelum pindah ke Emirates.
Langkah Arsenal merekrut Monga tidak terlepas dari kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kualitas di sisi sayap kiri. Musim lalu, Leandro Trossard dan Gabriel Martinelli tampil inkonsisten, membuat lini serang Arsenal timpang. Sementara di sisi kanan, Bukayo Saka dan Noni Madueke menjadi pilihan andalan, namun kedalaman skuad di posisi sayap kiri dinilai masih kurang.
Monga digambarkan sebagai versi mini Saka. Ia memiliki kemampuan menggiring bola yang luar biasa, kuat dalam duel satu lawan satu, dan mampu bermain di kedua kaki. Scout Como, Ben Mattinson, bahkan menjulukinya sebagai "Ousmane Dembele versi Inggris" karena kelincahannya melewati lawan. Sementara jurnalis Leicester Mercury, Josh Holland, memuji cara Monga membawa bola seperti bermain di jalanan—penuh percaya diri dan agresif.
Meski baru mencatat satu gol dan dua assist di Championship musim lalu, penampilan reguler di usia semuda itu menjadi bukti potensi besarnya. Monga kini menjadi pemain termuda ketiga dalam sejarah Premier League setelah Ethan Nwaneri (Arsenal) dan Max Dowman (Arsenal).
Bagi Arsenal, merekrut pemain muda seperti Monga bukan sekadar investasi jangka pendek. Klub juga telah menyepakati transfer pemain muda Georgia, Andria Bartishvili, menunjukkan komitmen untuk membangun masa depan. Namun, prioritas utama musim panas ini tetap mendatangkan pemain sayap yang siap tampil di tim utama, seperti Morgan Rogers dari Aston Villa yang dikabarkan telah sepakat secara pribadi.
Di tengah persaingan transfer yang ketat, langkah Arsenal mengamankan tanda tangan Monga menjadi sinyal bahwa klub tidak hanya fokus pada hasil instan, tetapi juga membangun fondasi jangka panjang. Apakah remaja ini akan menjadi bintang seperti Saka, atau justru tenggelam di persaingan ketat Premier League? Hanya waktu yang akan menjawab.



