Bek Incaran Persib Dikabarkan Terima Tawaran Klub Eropa, Mimpi Bobotoh Sirna?
Baca dalam 60 detik
- Mike van der Hoorn, bek yang digadang-gadang akan memperkuat Persib Bandung, justru mendapat pinangan dari AEK Larnaca, klub asal Siprus yang bakal berlaga di Conference League.
- AEK Larnaca menawarkan kontrak dua musim kepada pemain berusia 33 tahun itu, mengalahkan rencana Persib yang tengah dibekap sanksi FIFA.
- Kesempatan Persib mendatangkan van der Hoorn makin tipis karena klub masih dalam status banned FIFA akibat sengketa dengan mantan pemainnya, Daisuke Sato.

Rencana Persib Bandung untuk mendatangkan bek berpengalaman asal Belanda, Mike van der Hoorn, tampaknya harus pupus. Pemain yang sempat dikaitkan dengan Maung Bandung itu justru dikabarkan telah menerima tawaran dari klub Siprus, AEK Larnaca, yang akan berlaga di UEFA Conference League musim depan.
Media Belanda, Telegraaf, melaporkan bahwa AEK Larnaca serius memboyong van der Hoorn dengan menawarkan kontrak berdurasi dua tahun. Bek setinggi 190 cm itu disebut-sebut akan meninggalkan FC Utrecht pada musim panas 2026, meskipun kontraknya bersama klub Eredivisie itu masih tersisa hingga Juni 2027. Selama empat musim membela Utrecht, van der Hoorn mencatatkan 46 penampilan di semua ajang dengan torehan empat gol, dan sempat menjadi kapten tim.
Kabar ini menjadi pukulan telak bagi Bobotoh, suporter setia Persib, yang berharap van der Hoorn menjadi suksesor Federico Barba. Bek asal Italia itu baru saja hengkang setelah mengantar Persib meraih tiga gelar juara Super League secara beruntun. Barba memutuskan pulang kampung ke Italia, meninggalkan lubang di lini belakang Persib yang perlu segera diisi.
Persib sendiri saat ini tengah dilanda masalah non-teknis. Klub kebanggaan Jawa Barat itu masuk dalam daftar hitam FIFA akibat sengketa dengan mantan beknya, Daisuke Sato. Sanksi tersebut melarang Persib mendaftarkan pemain baru, sehingga proses rekrutmen menjadi terhambat. Situasi ini membuat Persib sulit bersaing dengan klub Eropa yang menawarkan kepastian bermain di kompetisi antarbenua.
Menurut pengamat sepak bola nasional, kondisi ini menunjukkan betapa pentingnya manajemen klub dalam menyelesaikan masalah hukum secara tuntas. โSanksi FIFA bukan hanya menghambat rekrutmen, tapi juga menurunkan daya tawar klub di mata pemain asing. Pemain sekelas van der Hoorn tentu lebih memilih klub yang bisa memberikan kepastian bermain,โ ujarnya.
Dengan tawaran dari AEK Larnaca, van der Hoorn diprediksi akan memilih petualangan baru di Siprus. Keputusan ini sekaligus menutup peluang Persib untuk mendatangkan pemain berkaliber Eropa dalam waktu dekat. Pertanyaan besarnya, mampukah manajemen Persib segera menyelesaikan sanksi FIFA dan mencari alternatif pemain lain sebelum bursa transfer ditutup?



