Persib Gagal Datangkan Dua Bintang Eropa, Jese dan Van der Hoorn Pilih Klub Lain
Baca dalam 60 detik
- Persib Bandung dipastikan tidak akan diperkuat Jese Rodriguez dan Mike van der Hoorn pada musim depan.
- Jese Rodriguez memperpanjang kontrak bersama UD Las Palmas hingga 2028, sementara Van der Hoorn bergabung dengan AEK Larnaca.
- Kegagalan ini memaksa Persib mencari alternatif pengganti Federico Barba di lini belakang.

Persib Bandung harus mengubur ambisi mendatangkan dua pemain bintang Eropa, Jese Rodriguez dan Mike van der Hoorn, setelah keduanya memilih melanjutkan karier di klub lain. Kepastian ini sekaligus mengakhiri spekulasi yang sempat mengemuka dalam beberapa pekan terakhir di bursa transfer Liga 1.
Jese Rodriguez, mantan penyerang Real Madrid yang sempat dikaitkan dengan Persib, justru memperpanjang masa baktinya di UD Las Palmas. Klub asal Spanyol itu mengumumkan secara resmi bahwa pemain berusia 33 tahun tersebut meneken kontrak baru hingga 2028. Keputusan ini mengejutkan banyak pihak, mengingat sebelumnya santer beredar kabar bahwa Jese akan merapat ke Bandung setelah kontraknya dengan Las Palmas berakhir.
Sementara itu, Mike van der Hoorn, bek Belanda yang diharapkan menjadi suksesor Federico Barba, memilih berlabuh ke AEK Larnaca, klub asal Siprus. Pemain berusia 33 tahun itu menandatangani kontrak berdurasi dua tahun dan mengaku antusias menyambut petualangan baru. Van der Hoorn sebelumnya menjadi pilar penting FC Utrecht dengan 29 penampilan dan dua gol musim lalu.
Kegagalan ini menjadi pukulan bagi Persib yang tengah membangun skuad untuk mempertahankan gelar juara Liga 1. Kepergian Federico Barba meninggalkan lubang di lini belakang yang rencananya akan diisi Van der Hoorn. Kini, manajemen Maung Bandung harus bergerak cepat mencari pengganti yang setara, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
Dari sisi regulasi, Persib masih memiliki waktu hingga bursa transfer ditutup untuk mendatangkan pemain asing baru. Namun, persaingan dengan klub-klub lain yang juga berburu pemain berkualitas membuat tugas ini tidak mudah. Apalagi, anggaran terbatas dan kuota pemain asing yang ketat menjadi tantangan tersendiri.
Menurut analis sepak bola nasional, kegagalan mendatangkan dua pemain berlabel Eropa ini bisa menjadi pelajaran bagi Persib untuk lebih realistis dalam menargetkan rekrutan. "Klub Indonesia harus bersaing dengan klub Eropa yang menawarkan gaji lebih tinggi dan kompetisi lebih bergengsi. Ini bukan perkara mudah," ujar pengamat sepak bola.
Ke depan, Persib dihadapkan pada pilihan: merekrut pemain asing dari Asia atau Afrika yang lebih terjangkau, atau memaksimalkan potensi pemain lokal. Dengan waktu yang semakin sempit, keputusan tepat sangat diperlukan agar performa tim tidak terganggu di musim depan.



