Roma Tolak Tawaran PSV, Bek Kiri Anass Salah-Eddine Batal Dipermanenkan
Baca dalam 60 detik
- AS Roma menolak tawaran €7,5 juta dari PSV Eindhoven untuk mempermanenkan Anass Salah-Eddine, yang dipinjamkan sejak awal musim.
- Bek kiri asal Maroko itu gagal bersinar di Roma setelah dibeli €8,5 juta dari FC Twente pada 2025, dan hanya tampil 25 kali bersama PSV musim ini.
- Salah-Eddine dikabarkan ingin kembali bersaing di Roma di bawah pelatih Gian Piero Gasperini, apalagi setelah tim lolos ke Liga Champions.

AS Roma dikabarkan menolak tawaran perdana PSV Eindhoven sebesar €7,5 juta untuk mempermanenkan Anass Salah-Eddine, bek kiri yang tengah dipinjamkan ke klub Eredivisie tersebut. Langkah ini membuka peluang pemain berusia 24 tahun itu untuk kembali berseragam Giallorossi pada musim depan.
Salah-Eddine didatangkan Roma dari FC Twente pada Februari 2025 dengan investasi €8,5 juta, namun gagal menunjukkan performa memadai di Stadio Olimpico. Hanya dalam hitungan bulan, ia dipinjamkan ke PSV dengan opsi pembelian sekitar €8 juta. Selama masa peminjaman, pemain timnas Maroko itu mencatatkan 25 penampilan kompetitif dan satu assist—catatan yang dianggap belum cukup meyakinkan bagi manajemen Roma.
Direktur olahraga anyar Roma, Tony D’Amico, menilai tawaran PSV terlalu rendah dan belum sesuai ekspektasi klub. Keputusan ini menunjukkan bahwa Roma enggan melepas Salah-Eddine dengan harga diskon, meskipun pemain tersebut belum memberikan kontribusi signifikan. Di sisi lain, PSV tampaknya enggan menyamai angka opsi pembelian yang telah disepakati sebelumnya.
Menurut laporan media Italia, Il Messaggero, Salah-Eddine justru berminat bertahan di Roma dan membuktikan diri di bawah asuhan pelatih Gian Piero Gasperini. Apalagi, Roma berhasil lolos ke Liga Champions musim depan, yang berarti persaingan di skuad akan semakin ketat. Pemain yang bisa beroperasi sebagai bek kiri, wing-back kiri, atau gelandang tengah ini diyakini memiliki fleksibilitas taktis yang dibutuhkan Gasperini.
Kabar ini menarik perhatian pengamat sepak bola Indonesia, mengingat Salah-Eddine adalah pemain keturunan Maroko yang juga menjadi sorotan di Asia. Jika ia kembali ke Roma, potensi menit bermainnya bisa terbatas, namun pengalaman di Liga Champions akan menjadi nilai tambah. Bagi klub-klub Asia yang memantau perkembangan pemain diaspora, situasi ini bisa menjadi peluang jika Roma kembali membuka opsi peminjaman atau transfer di masa depan.
Saat ini, Salah-Eddine tengah membela Maroko di Piala Dunia 2026. Performanya di turnamen tersebut bisa menjadi faktor penentu dalam negosiasi transfer selanjutnya. Apakah Roma akan mempertahankannya sebagai bagian dari rotasi skuad, atau justru melepasnya di jendela transfer berikutnya? Keputusan akhir masih menunggu perkembangan lebih lanjut.



