Aktor Criminal Minds Serang Kritikus: Paget Brewster Minta Maaf Setelah Ledakan Emosi di Media Sosial
Baca dalam 60 detik
- Paget Brewster, bintang Criminal Minds, melontarkan komentar pedas kepada jurnalis ScreenRant yang mengkritik format baru serial tersebut, menyebut sang kritikus 'payah' dan menyarankannya bekerja di tempat penampungan.
- Ledakan emosi Brewster memicu gelombang kecaman dari sesama kritikus dan jurnalis, termasuk dari The Hollywood Reporter, yang menilai tindakannya tidak profesional dan merendahkan.
- Brewster kemudian meminta maaf secara terbuka, mengakui kesalahannya dan menyebut perilakunya 'payah', namun reaksi penggemar terbelah antara memuji permintaan maafnya dan menganggapnya aneh.

Paget Brewster, aktris yang memerankan Agen Khusus Supervisory Emily Prentiss di serial Criminal Minds, secara terbuka meminta maaf setelah melontarkan serangan pribadi terhadap seorang kritikus yang menulis ulasan negatif tentang perubahan format acara tersebut. Insiden yang terjadi di platform X pada Sabtu lalu ini memicu perdebatan sengit tentang batas kritik dan etika di industri hiburan.
Semua bermula ketika Shealyn Scott, jurnalis dari ScreenRant, menerbitkan artikel berjudul "Paramount+โs Criminal Minds Format Change Finally Backfires" yang mengkritik pemendekan durasi episode. Scott berargumen bahwa meskipun langkah itu mengurangi episode pengisi, hal tersebut justru menghambat pengembangan cerita sampingan yang paling menjanjikan. Brewster, yang merasa tersinggung, membalas dengan cuitan bernada kasar. Ia menulis bahwa kritikus muda itu "tidak tahu bahwa foto dan ulasan buruk bisa menyebabkan 350 orang kehilangan pekerjaan." Lebih lanjut, ia menyarankan Scott untuk "menjual barang vintage" atau "bekerja di tempat penampungan" karena "saat ini kamu payah."
Serangan itu segera menuai reaksi keras dari kalangan kritikus dan jurnalis. David Rooney dari The Hollywood Reporter menyebut tindakan Brewster sebagai "citra yang sangat buruk" dan menuduhnya tipis kulit. Sementara itu, rekan Scott di ScreenRant, Andy Behbakht, mengecam perilaku Brewster sebagai "menjijikkan" dan menuntut permintaan maaf. Tekanan publik akhirnya membuat Brewster kembali ke X untuk menyampaikan permintaan maaf. Ia mengaku "sangat menyesal" telah menghina seseorang yang sedang menjalankan pekerjaannya. "Ternyata, tadi malam, sayalah yang payah," tulisnya.
Permintaan maaf Brewster mendapat respons beragam dari penggemar. Sebagian memuji keberaniannya mengakui kesalahan di depan publik. "Sudah berapa lama kita tidak melihat seseorang dengan platform seperti ini bertanggung jawab atas tindakannya?" tulis seorang pengguna. Namun, ada pula yang menganggap permintaan maaf itu aneh dan tidak tulus. Insiden ini menyoroti ketegangan yang kerap terjadi antara kreator konten dan kritikus, terutama di era media sosial di mana emosi bisa meledak kapan saja.
Di Indonesia, fenomena serupa juga kerap terjadi. Selebritas tanah air tak jarang bereaksi keras terhadap kritik di media sosial, bahkan hingga melaporkan penggemar atau jurnalis ke polisi. Kasus Brewster bisa menjadi pelajaran bahwa kritik, sekalipun tajam, adalah bagian dari dinamika industri kreatif. Sebaliknya, respons emosional yang berlebihan justru dapat merusak reputasi dan karier. Pertanyaan yang tersisa: akankah para publik figur belajar untuk lebih dewasa dalam menerima masukan, atau insiden seperti ini akan terus terulang?



